|

Eks Kombatan GAM Aceh Timur Tolak Tour Moge Damai Aceh


Panglima Daerah 1 Wilayah Peureulak, T.Marzuki M. Ali, alias Pang Kobra



REPORTASEGLOBAL.COM  - Panglima Daerah 1 Wilayah Peureulak, T.Marzuki M. Ali, alias Pang Kobra, mengecam keras dan menolak dengan tegas rencana Badan Rekonsiliasi Aceh ( BRA), menggelar kegiatan Touring Motor Gede, yang akan dilaksanakan dalam rangka memperingati hari perdamaian Aceh.

Menurut Pang Kobra, hal itu sangat melukai perasaan para korban konflik, dan tidak ada manfaatnya sama sekali bagi mayoritas rakyat Aceh, yang hingga kini masih dililit kemiskinan dan krisis keadilan.

" Itu kegiatan mubazir, buang - buang uang, yang tidak nyambung, dan sangat bertentangan dengan kondisi mayoritas rakyat Aceh saat ini, yang sedang serba kesulitan, khususnya kondisi para eks kombatan, janda korban konflik dan anak syuhada, yang hingga kini belum mendapatkan keadilan," kata Pang Kobra kepada Reportase Global, Rabu 12 Agustus 2020.

Pang Kobra sangat menyesalkan sikap BRA yang dinilai sama sekali tidak sensitif pada kondisi sosial di Aceh saat ini, sehingga menggelar kegiatan yang melukai rasa keadilan.

" Selain berbagai problem pasca konflik, tidak jelasnya pemenuhan dan implementasi Mou Helshinki, bahkan rakyat Aceh sendiri saat ini kan sedang menghadapi kondisi darurat Covid 19,  harusnya biaya acara itu kan  lebih bagus diberikan untuk anak syuhada atau bantuan untuk masyarakat yang membutuhkannya, tapi aneh, koq bisa mereka malah terpikirkan pada kegiatan foya - foya seperti itu," ketus Pang Kobra.

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mendatangi ketua BRA, untuk mempertanyakan mengapa hal itu bisa terjadi.

" Kami bersama sejumlah jajaran di sini, akan mendatangi ketua BRA, mempertanyakan mengapa sampai bisa diplot anggaran untuk kegiatan itu, siapa dalangnya, padahal masih banyak persoalan yang lebih penting diperhatikan," ungkap Pang Kobra.

Namun ketika disodori pertanyaan apakah pihaknya akan melakukan tindakan tertentu, jika kegiatan itu tetap dilaksanakan, Pang Kobra menepisnya.

" Kita tidak akan melakukan penghadangan atau sejenisnya, tapi jika dilakukan oleh pihak lain, itu tentu diluar kendali dan tanggungjawab kami," tegasnya.

Pang Kobra juga mengungkapkan belum ada arahan khusus untuk mengibarkan bendera Aceh, Bintang - Bulan, namun pihaknya mengaku tidak akan melarang pihak manapun yang berinisiatif untuk itu.

" Kami tidak meminta atau melarang pengibaran bendera Aceh, kan enggak mungkin kami larang, nanti bisa berbalik ke kami masalahnya," pungkas Pang Kobra menutup keterangannya.(RX)
Komentar Anda

Berita Terkini