|

Diduga Ada Praktek Mafia, di Balik Kembali Langka dan Mahalnya Gas Elpiji di Idi

Ilustrasi



REPORTASEGLOBAL.COM - Beberapa hari terakhir, warga Idi Rayeuk kembali diresahkan dengan langka dan melonjaknya harga gas elpiji. Warga yang hilir mudik mencari stock gas elpiji ke sana kemari, demi kebutuhan rumah tangganya, terpaksa harus gigit jari menerima kenyataan, tidak tersediannya bahan bakar murah buat mereka memasak di rumah.

Sejumlah pemilik pangkalan mengakui, bahwa  kelangkaan gas tersebut terjadi disebabkan oleh adanya keterlambatan masuknya stock gas elpiji dari Pertamina ke pangkalan, dalam dua hari terakhir.

" Kosong, stock terlambat masuk dalam dua hari ini," pengakuan beberapa pemilik pangkalan gas elpiji bersubsidi di Idi Rayeuk, kepada media ini, Selasa 21 Juli 2020.

Namun,  jauh hari sebelumnya, diduga ada praktek - praktek kotor melanggar hukum ala mafia, yang dimainkan sejumlah oknum pemain gas elpiji di berbagai level, demi mengeruk keuntungan berlebih, hingga menyebabkan kembali langkanya stock dan mencekiknya harga gas elpiji bersubsidi di tengah masyarakat Aceh Timur saat ini.

Sejumlah pangkalan pun diduga melempar stocknya jauh keluar kawasan pangkalan, tentunya dengan cara sembunyi - sembunyi, sehingga menyebabkan kelangkaan dan tidak terpenuhinya kebutuhan warga miskin di sekitar mereka. 

Adapun dugaan praktek penyeludupan gas elpiji itu diduga diketahui masyarakat luas dan  dilakukan dengan berbagai modus ataupun cara - cara menyimpang. Diantaranya  adalah diduga dengan cara memasok ke pembeli haram dalam jumlah banyak di saat sepi, dan membawanya diam - diam dengan kendaraan mobil, becak, bahkan diduga tabung gas elpiji juga dimasukkan ke dalam karung beras, lalu dibawa pergi dengan motor ke luar kawasan yang sudah ditentukan bagi pangkalan.

Tidak hanya langka, warga Aceh Timur juga masih mengeluhkan mencekiknya harga gas elpiji, yang diduga dijual seenaknya oleh oknum - oknum tertentu di lapangan. Padahal, beberapa waktu lalu, Bupati Aceh Timur, H.Hasballah M.Thaib, sudah memberi teguran keras pada sejumlah pangkalan di Aceh Timur, dan mengancam akan menutup pangkalan yang membangkang, bahkan pihak penegak hukum dari Polres Aceh Timur pun telah menindak tegas pangkalan - pangkalan nakal itu, namun nyatanya, hingga kini mereka tetap membandel. (RX)


Komentar Anda

Berita Terkini