|

Berdinding Tepas, Warga Miskin ini Minta Bupati Aceh Timur Rehab Rumahnya

Saipul dan Ibunya, Mak Ni


REPORTASEGLOBAL.COM  - Sejumlah rumah warga miskin tampak berjejer  di dusun Calok Gelima,  Desa Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Diantara beberapa rumah yang berjarak sekitar kurang lebih tujuh ratus meter dari Pasar Idi Rayeuk itu, terdapat beberapa rumah  dinilai tidak layak huni, yang diketahui pada umumnya menempati lokasi tanah milik pemerintah.

Adapun salah satu dari rumah - rumah fakir - miskin itu adalah milik Saipul, warga setempat yang berprofesi sebagai tukang becak di tempat pembongkaran barang di Pasar Idi. Ketika didatangi sejumlah awak media, Saipul pun menyampaikan harapannya, agar Bupati Aceh Timur, H.Hasballah M.Thaib alias Rocky, melalui Pemkab.Aceh Timur, mau membantu merehab rumahnya yang bertengger di atas tanah milik PJKA itu.

" Ya, saya mohon pemerintah bantu rehab rumah saya ini," kata Saipul, Minggu 31Mei 2020.

Saipul yang mengaku selama ini belum pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah itu juga berharap, agar keluarga kecilnya itu mendapatkan bantuan seperti PKH dan lainnya.

" Selama ini belum ada dapat bantuan apa - apa, termasuk PKH, kalau BLT sudah didata,  tapi di desa kami ini memang belum cair, tapi kalau ibu saya alhamdulillah dapat bantuan PKH," kata pria yang irit bicara itu didampingi ibu kandungnya,Mak Ni, yang tinggal bersebelahan dengan rumah anaknya tersebut

Selanjutnya, saat itu juga, awak media mencoba menghubungi kepala dusun setempat melalui telpon selulernya, namun tidak aktif, karena awak media mendapat informasi bahwa sang Kadus sedang pergi melaut. Kemudian awak media juga mencoba mendatangi rumah Sekretaris Desa (Sekdes), namun kebetulan yang bersangkutan sedang tidak ada di rumah, lalu Sekdes tersebut terhubung lewat handphonenya dua hari kemudian, Selasa malam 2 Juni 2020.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya belum dapat memastikan kapan rumah warga miskin tersebut dapat tertolong, dikarenakan pihak aparat desa saat ini masih disibukkan dengan penanganan Covid 19, dan pembagian BLT untuk warga Gampong Jawa, yang hingga kini belum cair juga disebabkan adanya perubahan aturan sebelumnya.

" Iya, dia memang warga kami, tapi itu tanahnya kan milik pemerintah, banyak yang seperti itu, kami belum bisa pastikan kapan itu bisa dibantu, lagian tahun ini belum ada pembangunan fisik, tahun depan juga belum bisa dipastikan, karena banyak yang lebih parah dari itu,  dan masih antri untuk direhab, apalagi saat ini, kita kan lagi fokus Covid 19 dan pencairan BLT, ini aja belum cair, pusing juga," kata Pak Din secara singkat kepada media ini.(RX)







Komentar Anda

Berita Terkini