|

GSPP Aceh Pertanyakan Nasib 32 Nelayan Aceh Timur yang Ditahan di Thailand

Ketua Gerakan Sosial Pemuda Pesisir ( GSPP ) Aceh, Muhammad Kadri, 


REPORTASEGLOBAL
COM - Ketua Gerakan Sosial Pemuda Pesisir ( GSPP ) Aceh, Muhammad Kadri, mempertanyakan nasib para nelayan yang ditangkap di Thailand, ketika sedang melaut menggunakan dua kapal, diantaranya KM Perkasa Mahera dan KM Voltus, diduga terseret arus hingga hanyut ke perbatasan laut tiga negara, yaitu Indonesia, India dan Thailand, sejak Januari lalu.

" Mereka, 32 nelayan yang ditahan di Thailand itu adalah keluarga miskin, anak istri mereka menunggu di kampung tanpa kejelasan,  apalagi ini mau hampir hari raya Idhul Fitri, otomatis mereka juga ingin berkumpul dengan keluarga ," ujar Kadri, Sabtu 9 Mei 2020.

Dia mendesak Pemerintah Pusat segera memberi pendampingan terhadap ke 32 ABK naas itu.

" Kita berharap seluruh ABK yang ditahan segera mendapat pendampingan dari Kemlu. Semoga dengan adanya kepedulian pemerintah yang cepat, mereka yang ditahan ini bisa segera dipulangkan ke Aceh. Karena mereka melintasi batas laut, bukan karena sengaja, tapi karena hanyut dan terseret arus," imbuhnya.

Selain itu  putera asli Kuala Idi tersebut juga mendesak Pemerintah Aceh, khususnya Pemkab Aceh Timur, untuk terus melakukan upaya intensif terhadap nasib para nelayan tersebut.

" MeĊ—eka juga rakyat Aceh dan mereka juga warga negara Indonesia, jadi pemerintah harus secepat mungkin mengurus mereka, supaya bisa kembali ke Aceh, dan ke keluarganya masing - masing," tutup Kadri.(red)
Komentar Anda

Berita Terkini