|

Tumbang Dihantam Dampak Corona, Pedagang Kecil Idi Rayeuk Menjerit Ditagih Perusahaan Leasing

Sejumlah pedagang ayam di Pasar Idi Rayeuk didampingi aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, saat menyampaikan keluhan mereka soal penjualan anjlok dan beban membayar cicilan kredit perusahaan leasing.


REPORTASEGLOBAL.COM  - Miris sekali nasib para pedagang kecil di sekitaran Pasar Idi Rayeuk, Aceh Timur, ibarat kata pepatah, sudahlah jatuh tertimpa tangga, malangnya lagi leher terjerat tali pula. 

Bagaimana tidak, sejak usaha kaum pinggiran ini tumbang diterjang dampak ganasnya wabah Corona, yang mengerikan di Indonesia, dan menelan banyak korban jiwa di seluruh dunia, kini para pedagang kecil Idi itu pun harus berurusan dengan perusahaan leasing yang tak kenal ampun terus menagih setoran cicilan kredit kendaraan mereka, meskipun beberapa waktu lalu Presiden Jokowi telah mengeluarkan instruksi, agar perusahaan leasing tidak menagih cicilan kredit kendaraan masyarakat untuk beberapa waktu kedepan.

" Usaha jualan ayam saya anjlok hingga tujuh puluh persen, bahkan terkadang terpaksa harus jual di bawah harga modal, dan lebih sakitnya lagi, kami harus bayar cicilan kredit kendaraan, di tengah keadaan sangat buruk seperti saat ini, " keluh Haikal, salah seorang pedagang ayam di Desa Calok Geulima, Desa Gampong Jawa, kepada awak media, Kamis 1 April 2020.

Haikal mengungkapkan, usahanya merosot tajam karena sepi pembeli, diantaranya akibat kebanyakan warung nasi tutup dan masyarakat tidak dibenarkan menggelar berbagai perhelatan yang menyebabkan keramaian seperti pernikahan dan kegiatan massal lainnya di masa darurat Covid 19 diberlakukan.

" Pembelinya cuma satu- satu untuk kebutuhan rumah tangga, karena warung nasi yang biasanya beli banyak kini pada tutup, orang pesta pun tidak ada, tapi kami terpaksa harus berjualan juga, kalau tidak begitu mau makan apa, dan bagaimana mau bayar cicilan," ungkap Haikal.

Para pedagang ikan di Pasar Ikan Idi Rayeuk

Selain Haikal, sejumlah pedagang di pasar ikan Idi yang ditemui media ini, juga mengeluhkan sikap perusahaan leasing yang mereka anggap mengabaikan seruan pemerintah itu, dan tidak memperdulikan kondisi masyarakat, khususnya pedagang kecil yang sedang sangat terjepit dan tertekan di Aceh Timur.

" Ini tidak tahu mau bilang apalagi, jangankan terjual, ikan yang sudah kami beli saja tidak tahu mau dibawa kemana, karena tidak laku - laku, ditambah lagi kami tetap dikejar- kejar tagihan kredit kendaraan dan juga bank, mereka bilang himbaun presiden tidak berlaku soal penangguhan kredit, katanya itu cuma di Jakarta saja, " keluh salah seorang pedagang ikan, didampingi usahawan,Tajul, dan sejumlah pedagang lainnya di Pasar Ikan Idi Rayeuk.

" Kami harap pemerintah Aceh Timur dan anggota dewan, memperhatikan kondisi kami, mungkin bisa disampaikan ke pihak leasing agar tidak menagih kami para pedagang di masa darurat ini," pinta Abdul Muis, yang ia sampaikan melalui media ini.

Emak - emak pedagang kecil yang sedang berbelanja dan sejumlah pedagang sembako di Pasar Idi, Aceh Timur.

Di tempat lain, pada kesempatan yang sama, keluhan mengenai tagihan kredit kendaraan bermotor dari perusahaan leasing, juga disampaikan kaum ibu yang juga merupakan pedagang makanan di Kota Idi, sejumlah emak - emak yang sedang berbelanja di pasar Idi, spontan mengeluarkan uneg - unegnya saat didatangi media ini.

" Ini bagaimana, dalam keadaan sangat susah begini kami masih ditagih kredit kendaraan, padahal sudah ada himbauan dari pemerintah,    dalam kondisi kami ketakutan dengan virus Corona, ditambah lagi dihantui tagihan kredit, mereka terus - terusan menelpon kami, menagih cicilan," sebut salah seorang emak - emak di pasar sayur, disahuti sejumlah pedagang yang langsung berkerumun saat itu. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penegasan atau keterangan resmi dari pemerintah setempat terkait penangguhan kewajiban masyarakat membayar tagihan pada sejumlah perusahaan leasing dan bank di Aceh Timur, sedangkan keluhan dan penolakan masyarakat diprediksi semakin hari bakal semakin menguat.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Disperindagkop dan UKM Aceh Timur, Nazarina, saat dicoba konfirmasi untuk ditanyai pendapatnya mengenai keluhan pedagang Pasar Idi Rayeuk itu, mengaku bahwa dirinya belum memahami perihal tersebut.

" Maaf, saya belum faham masalah kredit kendaraan," jawab Nazarina singkat melalui pesan Whatsappnya.(R007)

Komentar Anda

Berita Terkini