|

Ketua DPRK Tolak Video Call dengan Perantau Aceh Timur di Malaysia

Ketua FPI Aceh Timur, Tgk.Nazaruddin dan Kordinator FAKSI, Ronny Hariyanto, menemui Ketua DPRK Aceh Timur, M.Daud, menyampaikan beberapa hal, Rabu 29 April 2020.



REPORTASEGLOBAL.COM  - Ketua DPRK Aceh Timur, Muhammad Daud (Abi Daud), menolak permintaan video call dari perantau Aceh Timur di Malaysia, yang ingin menyampaikan uneg -unegnya akibat sedang berada dalam kesulitan di negeri jiran Malaysia, akibat diberlakukannya kebijakan perpanjangan lockdown oleh pemerintah Malaysia.

Penolakan video call itu bukan tanpa alasan, Abi Daud, mengaku sedih dan tidak sampai hati bila harus mendengar keluhan perantau tersebut. Hal itu disampaikan Abi Daud ketika menerima kunjungan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh Timur, Tgk.Nazaruddin, dan Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mempertanyakan soal dana Covid 19 dan solusi bagi para perantau Aceh Timur di Malaysia, di ruang kerjanya, Rabu 29 April 2020.

Sebelumnya kordinator FAKSI, Ronny, menyampaikan kepada Abi Daud, perihal kondisi buruk yang dialami beberapa perantau Malaysia dan adanya permintaan video call dari para perantau tersebut, namun abi Daud menolaknya dikarenakan beberapa alasan.

" Jangan, saya sedih dan tidak sanggup nanti kalau lihat mereka, dari informasi yang sudah saya dengar saja kasihan sekali saya mendengarnya, insha allah nanti saya akan sampaikan kepada dinas atau pihak terkait, agar dicarikan solusinya," kata Abi Daud dengan wajah sayu, di ruang kerjanya, Rabu 29 April 2020.

Ketika didesak FAKSI soal bagaimana solusi yang akan ditempuh bagi para perantau tersebut, Abi Daud berjanji akan membicarakannya dengan pihak pemerintah.

" Ya itu nanti saya sampaikan ke pihak terkait,  sebenarnya itu kan lebih tepatnya urusan Pemerintah Aceh, mereka lebih besar kewenangannya soal itu," ungkap Ketua DPRK Aceh Timur tersebut.

Mendengar hasil pertemuan itu, para perantau Aceh Timur, yang tadinya sudah bersiap menunggu untuk menerima video call diujung telepon, terpaksa mengurungkan niatnya dan memakluminya.

" Tidak apa - apa, lanjut bang, yang penting kami bisa dibantu, karena kondisi kami buruk sekali di sini, tak bisa kerja, tak punya uang dan tak ada bantuan, buka puasa aja cuma nasi pakai minyak jelantah bang, kami ada sekitar 15 orang di sini," ungkap Zul, salah seorang perantau Malaysia asal Aceh Timur, dengan nada pilu kepada Kordinator FAKSI, Ronny Hariyanto, ketika dikonfirmasi kembali usai pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Ketua FPI Aceh Timur, Tgk.Nazaruddin, juga mempertanyakan sejumlah pertanyaan soal dana Covid 19 untuk Aceh Timur, yang dinilai sangat lambat dan tidak jelas. Dia juga meminta pemerintah memperhatikan nasib perantau asal Aceh Timur di Malaysia.

" Kami datang ke sini mempertanyakan ini, kenapa lambat sekali dan kesannya tidak jelas, jadi dengan adanya penjelasan, kami dari FPI juga bisa menjelaskannya ke masyarakat," ujar Tgk.Nazar, diiringi penjelasan singkat dan santai dari Abi Daud.(Red)

Komentar Anda

Berita Terkini