|

Nyaris 100 Ribu Orang Positif Virus Corona, Italia Akan Perpanjang Lockdown

Ilustrasi



REPORTASEGLOBAL.COM - Otoritas Italia tampaknya akan memperpanjang lockdown, yang diberlakukan selama sebulan, untuk menangkal pandemi virus Corona (COVID-19). Hal ini mencuat saat jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Italia nyaris mencapai 11 ribu orang dan jumlah total kasus mendekati 100 ribu kasus.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Senin (30/3/2020), dinas perlindungan sipil setempat melaporkan 756 kematian baru pada Minggu (29/3) waktu setempat. Tambahan ini menjadikan jumlah total korban meninggal akibat virus Corona di Italia mencapai 10.779 orang.

Sementara jumlah total kasus virus Corona di negara ini bertambah menjadi 97.689 kasus, dengan adanya tambahan 5.217 kasus baru dalam sehari.

Kendati jumlah kasus terus bertambah, laju tambahan kasus dalam sehari cenderung menurun ke angka 5,6 persen. Angka tersebut merupakan angka terendah sejak Italia melaporkan kematian pertama pada 21 Februari. Di wilayah Milan dan sekitarnya, yang menjadi pusat penyebaran virus Corona di Italia, jumlah pasien yang mendapatkan perawatan intensif nyaris tidak berubah.

"Kita menyaksikan perlambatan," sebut ahli virus dari Universitas Milan, Fabrizio Pregliasco, kepada surat kabar lokal, Il Corriere della Sera. "Ini belum puncaknya, tapi ini pertanda baik," imbuhnya.

Italia menutup seluruh sekolah di wilayahnya sejak awal bulan ini dan mulai bertahap memberlakukan lockdown, hingga akhirnya memberlakukan lockdown nasional dan menutup semua toko pada 12 Maret. Langkah lockdown yang diambil otoritas Italia tidak mencegah pertambahan kasus dan jumlah korban meninggal akibat virus Corona. Bahkan kini Italia tercatat sebagai negara dengan jumlah korban meninggal terbanyak, melampaui China.

Sementara lockdown -- yang secara resmi akan berakhir pada 3 April -- sangat menyakitkan bagi perekonomian Italia, otoritas setempat tampaknya bertekad untuk memperpanjangnya hingga virus Corona benar-benar hilang dari negara tersebut.

Menteri Urusan Daerah, Francesco Boccia, menyatakan bahwa pertanyaan yang dihadapi pemerintah Italia saat ini bukanlah 'apakah lockdown akan diperpanjang', melainkan 'berapa lama lockdown akan diperpanjang'.

"Langkah ini (lockdown-red) yang berakhir 3 April, pasti akan diperpanjang," sebut Boccia kepada televisi lokal Italia, Sky TG24. "Saya pikir bahwa, pada saat ini, bicara soal pembukaan kembali adalah tidak pantas dan tidak bertanggung jawab," imbuhnya.

Secara teori, masa darurat kesehatan nasional yang kini berlaku mengizinkan Perdana Menteri Giuseppe Conte untuk memperpanjang lockdown hingga 31 Juli mendatang. Namun keputusan akhir soal lockdown akan diambil dalam rapat jajaran kementerian yang digelar dalam beberapa hari ke depan. (detik.news)


Komentar Anda

Berita Terkini