|

Sarang Walet Bioskop Razawali Diduga Tidak Berizin, Dinas Perizinan Terkesan Lari - Lari

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (DPMPPT) Aceh Timur, 


REPORTASEGLOBAL.COM  - Kasi Perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (DPMPPT) Aceh Timur, Ambya, terkesan menghindar dan mengelak - ngelak ketika ditanya perihal dugaan usaha sarang walet tidak berizin di bekas bangunan bioskop Rajawali di Pasar Raya Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

" Yang mana itu, kami tidak tahu, siapa pemiliknya, kalau tidak jelas datanya ya bagaimana kami mau cek di sini, itu kan harus ada izin BKSDA dulu," terang Ambya menunjuk komputer dengan sistem onlinenya itu, Jumat 31 Januari 2020.

Setelah sempat berbincang, wartawan media ini terpaksa kembali mencari - cari Ambya, yang tampak berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk alasan yang tidak jelas. Semula ia mengaku tidak tahu - menahu soal izin usaha walet tersebut, namun ketika didesak, ia berusaha mengalihkan agar pertanyaan tersebut dijawab oleh kepala dinasnya.

" Sebentar ya saya cek pak Kadis dulu," sebut Ambya sambil pergi ke ruangan lain dan menghilang.

Tak lama kemudian, media ini kembali mencari Ambya ke ruangan lainnya itu, dan tetap tidak ada jawaban yang pasti keluar dari pejabat dinas tersebut. Padahal sebelumnya Ambya juga menjanjikan memberikan nomor HP kepala dinasnya itu.

" Saya tidak punya kapasitas menjawab itu, saya punya atasan, nanti kalau saya jawab takut salah - salah, atasan saya marah," ungkapnya sambil berdiri di depan ruangan dengan raut wajah terganggu oleh keberadaan wartawan. Mulanya, Ambya sempat menolak memberi keterangan dan meminta pegawai wanita di tempat itu untuk menyuruh rekan Ambya lainnya memberi jawaban.

Di lain pihak dan di waktu bersamaan, media ini sempat mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kasat Pol PP Aceh Timur, T. Amran SE MM,(Ampon), melalui telepon selulernya. Dia menjelaskan akan terjun ke lapangan pada pekan depan untuk melakukan pendataan dan pendekatan.

" Perintah pak bupati, pekan depan kami turun ke lapangan, seluruh pelaku usaha akan diperiksa izinnya,  tahap awal kami lakukan sosialisasi dulu, sekarang kan sistemnya sudah online, jadi mereka kita minta lengkapi data dulu, tentunya kami berkordinasi dengan pihak terkait seperti DPMPPT, Perdagangan dan lainnya, tugas kami kan menegakkan Perda, jadi semua pelaku usaha harus tunduk pada aturan yang berlaku, namun kita tidak akan hambat investasi," sebut T.Amran Nur.

Sementara sepekan lalu, media ini sempat mendengar isu dari pedagang setempat, bahwa diduga ada oknum yang mengambil jatah rutin dari mengawal sarang burung walet bioskop rajawali, diduga milik warga keturunan tionghoa tersebut.(R001)

Komentar Anda

Berita Terkini