|

Bangunan Pasar Minapolitan Idi Diduga Terlantar, Jendela Ruangannya Disongket dan Dijual Tukang

Bangunan Pasar Kawasan Pedesaan Minapolitan Jaya Idi Rayeuk.


REPORTASEGLOBAL.COM  - Bangunan Pasar Kawasan Pedesaan Minapolitan Jaya di Sektor Bengkel , Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Diduga terlantar begitu saja. Dan mirisnya lagi, jendela dari bagian bangunan itu diduga dibongkar tukang bangunan dan dijual untuk keperluan pulang kampung, akibat upah tidak dibayarkan.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga setempat yang tidak ingin namanya disebutkan.

" Gak tau siapa kontraktornya, itu jendelanya sudah disongket dan dijual oleh tukang kabarnya, bahkan ubin lantai ini juga sempat hampir dijual ke kami," sebut narasumber tersebut kepada media ini, Selasa 27 Januari 2020.

Bangunan pasar itu diduga telah menjadi produk gagal, sebab sejak didirikan tampaknya tidak ada pedagang yang berjualan di sana sebagaimana mestinya.

" Kami tidak tahu ini buat dagang apa, bahkan kabarnya ini bangunan belum diserah terimakan," ujarnya lagi.

Hal itu juga dibenarkan oleh salah seorang petugas pasar yang sempat dikonfirmasi Reportase Global.Com.

Di lokasi berbeda, sejumlah pedagang sembako yang sebelumnya berdagang di lokasi Idi Town Square akan dibangun, mengeluhkan jatuhnya omset mereka, jauh melampui harapan dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka juga sangat menyayangkan bangunan lama tempat mereka berjualan di lokasi Idi Town Square (ITS) akan dibangun, terlalu cepat dirubuhkan, padahal hingga kini, lokasi itu masih berbentuk puing - puing reruntuhan.

" Kami di sini sangat sedih, sepi pembeli, kami ingin kembali ke tempat semula, entah kenapa cepat sekali dirubuhkan," kata salah seorang pedagang sembako tersebut.

Para pedagang ini juga sejatinya mengisi lapak pasar sembako yang ada di dekat bangunan pasar Minapolitan. Namun akibat tak ada pengunjung, maka mereka berpencar berjualan di sejumlah lokasi berbeda di Pasar Raya Idi.

Kesemrautan Pasar Raya Idi tersebut tampak jelas terlihat, dan berdampak pula pada perekonomian sejumlah pedagang, akibat lokasi yang dianggap tidak strategis, bahkan jauh dari pandangan konsumen.

Hingga berita ini dibuat, media ini belum mendapatkan informasi resmi dari pihak terkait.(R001)

Komentar Anda

Berita Terkini