|

Kejati Aceh Diminta Usut Kasus Bantuan Sapi Aceh Timur

Abdul Muthalib Ketua Sumber Tani I dari Aceh Timur berada di depan Kantor Dinas Peternakan Aceh Jalan Dr.Mr T. Mohd Hasan, Batoh, Banda Aceh.


REPORTASEGLOBAL.COM  - Ketua kelompok Sumber Tani I, Abdul Muthalib Warga gampong di Alue dua paya Gajah, Peureulak, Aceh Timur, meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengusut kasus bantuan sapi untuk Aceh Timur.

"Bantuan sapi untuk tiga kelompok calon penerima sapi bantuan sebanyak 99 ekor, dari sumber dana APBD/DOKA TA-2018,, dengan pagu Rp 1.080.000.000," ujar dia kepada Sidaknews.com, Selasa, (05/11/2019).

Abdul mengaku sudah berulang kali mempertanyakan hal ini kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur, maupun Peternakan Aceh, sejak 2018 sampai 2019. "Sampai sekarang ini belum ada kejelasan sama sekali," imbuhnya.

Adapun yang ia temui yakni Rahmandi, Kepala Dinas Peternakan Aceh, pada saat itu ia mempertanyakan mengapa hingga kini, sapi tersebut belum disalurkan kepada masing-masing kelompok pada tgl 12 maret 2019 di Dinas Peternakan Aceh.

"Menurut beliau, bantuan sapi tersebut tidak diturunkan, karena Kadis Dinas Perkebunan, dan Pertenakan Aceh Timur tidak mau menandatangani tanda terima, disebabkan ada dua kelompok nama yang sama, anggota yang sama, surat rekamondasi Geuchik, camat, semuanya sama, yang membedakan hanya nama ketua kelompok, sekretaris, dan bendaharanya. Kelompok pertama, atas nama Abdul Muthalib, kelompok ke dua atas nama berinisial UA, juga berdomisili di gampong yang sama. Lalu kenapa demikian, kita tidak paham." ucap Kadis pada saat itu.

Rahmandi meminta dirinya membuat surat pernyataan ditandatangani oleh Geuchik, Camat, Babinsa, Kapolsek, dan tim Penyuluh Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur. Hal itu untuk membuktikan, bahwa dirinya bukanlah kelompok siluman sebagaimana dimaksud.

"Mengalihkan proposal, palsukan data menyatakan diri sebagai Ketua Kelompok Sumber Tani I, calon penerima sapi bantuan sebagaimana ditayangkan di LPSE- 2018, dengan Kode Lelang, 16910106," ujar Abdul Muthalib.

Surat pernyataan tersebut sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Peternakan Aceh.

"Namun kedua dinas ini mengabaikan harapan kami masyarakat susah. Waktu sudah di ambang berakhir tahun 2019, permasalahan sapi bantuan masih abu-abu. Untuk itu, besar harapan kami kepada penegak hukum, Kajati Aceh, segera mengusut kasus tersebut, yang diduga ada tujuan hendak mengalihkan sapi bantuan ini kepada kelompok siluman," pinta Abdul Muthalib.

Pasalnya kata dia, pihaknya sudah berulang kali mempertanyakan ke Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur maupun Dinas Peternakan Aceh.

"Kedua Instansi Ppemerintah tersebut, sama-sama mempersulitkan hak kami sebagai masyarakat susah. Seharusnya mereka dukung, bukan malah sapi bantuan tersebut diremang-remangkan," terang Abdul Muthalib.

Geuchik Alue Dua Paya Gajah, Aceh Timur, Usman SH, membenarkan, bahwa rekom yang pernah diberikan adalah kepada Abdul Muthalib, selaku ketua Kelompok Tani I, yang mengajukan praposal sapi bantuan.

"Yang jelas, mekanisme sistem penyaluran secara tehnis kita serahkan ke dua Instansi Pemprov Aceh dan Pemkab Aceh Timur saja. Dan kita dukung sepenuhnya program Pemkab Aceh Timur, menyalurkan sapi bantuan tepat sasaran, agar jangan sampai terjadi unsur penyimpangan, menyesal di kemudian hari," demikian ungkap Geuchik Usman yang merupakan pilihan masyarakat, menjabat dua periode.

Kadis Peternakan Aceh, Rahmandi sendiri tidak dapat dihubungi, karena telpon selulernya sedang tidak aktif saat dihubungi wartawan, sehinga berita ini ditayangkan belum mendapatkan keterangan dari pihak terkait. (D.Mz)

Sumber : SidakNews
Komentar Anda

Berita Terkini