|

Tinggal di Gubuk Rumbia di Ladang Orang, M.Jafar Gugat Bapak Pembangunan Aceh Timur

M.Jafar bin MYusuf



REPORTASEGLOBALCOM  - Tinggal di sebuah rumah mungil tak layak, berdinding potongan plastik bekas, bercampur tambalan helaian tepas, dan beratapkan daun rumbia, tidak membuat warga gampong Seuneubok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, M.Jafar bin M.Yusuf, mengeluh karena tidak mendapatkan bantuan apapun semenjak damai Aceh selama ini. Diapun dikenal sebagai sosok penolong masyarakat di kampungnya, ditambah lagi ia pernah menjabat sebagai kepala lorong (Kepala Dusun) yang dinilai berprestasi, disukai masyarakat, dan berhasil berkonstribusi positif membangun tatanan keadilan di desa berpenduduk sekitar 1700 jiwa tersebut.

Namun, akhir - akhir ini, pria yang tidak luput dari tragedi dan kengerian konflik Aceh selama bertahun - tahun silam itu, mendapati kehidupannya tampak tidak kunjung membaik, sementara bantuan perbaikan rumah yang pernah dijanjikan kepada buruh serabutan itu pun tidak juga datang. Menurut pantauan media ini, melihat dari kondisi buruk yang dialami sebuah keluarga yang tinggal di ladang orang tersebut, seharusnya M.jafar mendapatkan bantuan rumah dhuafa seperti warga miskin lainnya. Namun sayangnya, ketidakadilan yang dirasakan M.Jafar, semakin kronis, sehingga membuatnya bersuara.

" Sudah belasan tahun damai Aceh, jangankan bantuan rumah, sebutir beras raskin pun hingga kini tidak pernah saya terima, kemana semua bantuan itu, sedangkan data saya sudah lama diambil," kata M.Jafar, Jumat, 18 Oktober 2019.

Kemudian, bapak dua anak ini juga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan PKH, sebagaimana layaknya keluarga tertentu lainnya.

" Bapak bupati, sebagai bapak pembangunan Aceh Timur, coba bapak tengok rumah saya, selama damai Aceh, tidak pernah mendapatkan  bantuan sedikitpun, baik dari dana desa, raskin maupun PKH, kenapa justru yang punya emas - emas besar yang mendapatkan semua itu," gugat M.Jafar kepada Bupati Aceh Timur, Hasballah M.Thaib , yang akrab disapa Rocky dalam sebuah rekamam video yang diambil di depan rumah warga miskin yang juga diketahui sebagai salah seorang geuchik parpol lokal tersebut.

M.Jafar mengungkapkan, bahwa dirinya merupakan cerminan dari kondisi warga miskin Aceh Timur lainnya, yang masih belum tersentuh berbagai bantuan dari program yang digebyarkan pemerintah lewat iklan pembanngunan di koran.

" Coba pak bupati turun langsung lihat, bapak - bapak di dinas juga jangan ngantuk di kantor, lihat kondisi rakyat miskin yang sebenarnya, kemana saya harus mengadu, apa saya harus mengadu ke bapak Jokowi di Jakarta sana," ujar M.Jafar sembari memperlihatkan gubuk mungilnya dalam video tersebut.

Di pihak lain, media ini coba mengkonfirmasi perihal itu kepada Kepala Lorong (Kadus) Dusun Blang Mee, Gampong Seuneubok Rambong, Faisal. Keplor yang tergolong aktif dalam kegiatan kemasyarakatan itu membenarkan bahwa M.Jafar merupakan bagian dari penerima bantuan rehab rumah dari anggaran dana desa, namun Faisal menjelaskan, hal itu tinggal menunggu cairnya dana terkait pada tahap berikutnya.

" Benar, M.Jafar beserta warga lainnya, sudah kita ambil datanya sejak awal 2019, tapi realisasinya masih harus kita tunggu, nanti saya akan cek lagi, atau boleh juga tanya geuchik," terang Faisal mengkonfirmasi melalui telpon selularnya.

Sementara itu, Geuchik baru Gampong Seuneubok Rambong, Junaidi, Spd.menjelaskan perihal yang sama terkait masalah M.Jafar, dan sejumlah warga miskin lainnya.

"  Di era Geuchik Fauzan, sebelum saya jadi geuchik, rumah Jafar sudah terdata, termasuk rumah warga lainnya, dan di dusun lainnya juga warga sudah terdata untuk mendapatkan bantuan rehab rumah, tapi uangnya belum keluar, karena itu di tahap tiga ADG, sementara ini baru tahap dua, dan baru pengajuan tahap tiga, jadi kita minta M.Jafar, mohon bersabar dulu," pungkas geuchik Seuneubok Rambong yang baru saja dilantik itu menutup keterangannya.

Media ini juga mencoba mengkonfirmasi problem sosial tersebut ke pihak terkait seperti dinas sosial, namun diduga akibat akhir pekan, telpon selular kepala dinas sosial didapati tidak aktif.(***)






Komentar Anda

Berita Terkini