|

Ikan Aceh Dicegat Masuk Sumut

Puluhan truk pengangkut ikan dari Aceh dicegat masuk ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 


REPORTASEGLOBAL.COM  - Puluhan truk pengangkut ikan dari Aceh dicegat masuk ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tepatnya di beberapa titik di Desa Andam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mereka dicegat petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP kabupaten setempat yang melaksanakan razia khusus menjaring truk ikan masuk ke sana, di sejumlah titik desa dalam Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut, sejak Sabtu (7/9/2019) malam lalu.

Informasi itu pertama kali diungkapkan Sekretaris Asosiasi Pedagang Ikan Intersulair(ASPI) Aceh, HT Tarmizi kepada Serambinews.com, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, terkait masalah tersebut harus disikapi cepat oleh Pemerintah Aceh untuk menghindari tindakan yang dinilai telah semena-mena diberlakukan di Tapanuli Tengah, tanpa ada dasar hukum dan aturan hukum yang jelas.

Kalau tidak direspon cepat, dikhawatirkan akan meluas serta berdampak ke hal yang lebih besar dan ke wilayah lainnya.

“Kami berani katakan bahwa itu semena-mena, karena semua surat-surat mulai dari karantina serta berbagai surat lainnya lengkap.

Sehingga ketika diperiksa tidak ada yang kurang. Jadi, apa alasan mereka menghadang dan melarang truk-truk pembawa ikan dari Aceh masuk, sampai saat ini ngak jelas.

Bukan hanya kami, para sopir truk yang sebagian masih ada di lokasi juga tidak tahu apa alasan truk-truk khusus pembawa ikan dari Aceh dilarang masuk dan sampai saat ini belum ada penjelasan,” kata Tarmizi yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Kapal Ikan Aceh (APKIA). 

Dasar itulah, penghadangan masuknya truk-truk ikan dari Aceh yang akan membawa ikan ke Sibolga, Tapanuli Tengah, menurut Tarmizi, itu dianggap ilegal dan semena-mena.

Diduga ada kepentingan lain dibalik tindakan tersebut.

“Negara kita ini negara hukum. Antara Aceh dan Sumut itu masih satu negara dan posisi bertetangga, jangan justru ada persoalan kecil seperti ini akan memantik persoalan yang lebih luas.

Karena selama ini, para nelayan Sibolga juga menangkap ikan di perairan Aceh.

Kok ikan Aceh tidak diizinkan masuk ke sana. Kalau masalah ini tidak selesai, kami minta Pemerintah Aceh juga harus tegas dan membatasi hal tersebut,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan kondisi terkini, truk-truk pembawa ikan dari Aceh masih tertahan dan dilarang masuk ke Tapanuli Tengah.

Sehingga para sopir truk dari Aceh itu dilaporkan memilih bertahan di pinggir-pinggir jalan serta duduk dan menumpang rumah-rumah warga setempat, dengan menaruh harapan ada jalan, sehingga truk-truk pembawa ikan itu diizinkan masuk.

Tapi, kenyataannya sampai saat ini sebutnya, kondisi tersebut masih terjadi.

Karena, petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP Tapanuli Tengah juga tidak mau beranjak sama sekali dari lokasi.(serambi news.com)


Komentar Anda

Berita Terkini