|

Minta Dibukakan Celana, Pejabat Aceh Jaya Digiring ke Polda

Ilustrasi



REPORTASEGLOBAL.COM - Salah seorang pejabat di Aceh Jaya, berinisial (I) dilaporkan ke Polda Aceh, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap (N), aduan tersebut telah dilaporkan pada (15/7) lalu dengan Laporan Pengaduan Nomor : Reg/138/VII/RES.2.5/2019/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus, dan hari ini baru dilakukan pemeriksaan terhadap korban, Banda Aceh, (1/8/2018).

Menurut keterangan pelapor dalam laporan pengaduan tersebut, pada bulan agustus 2018, dirinya dijemput terlapor untuk diajak jalan-jalan menggunakan mobil pribadi terlapor ke bandara Sultan Iskandar Muda. 

Sesampai di parkiran bandara, tiba - tiba terlapor meminta pelapor membuka celana terlapor, dikarenakan pelapor tidak mau membuka celana sang pejabat, terlapor membuka sendiri celananya dan menampakkan alat kelaminnya kepada korban, terlapor bahkan memaksa korban untuk memegang alat kelaminnya.

Kemudian datang petugas bandara yang sedang berpatroli di area parkiran bandara, sehingga terlapor panik dan menyuruh pelapor untuk segera turun dari mobil.

Selanjutnya pelapor keluar bandara dengan berjalan kaki dan langsung menghubungi teman pelapor untuk menjemputnya di luar bandara.

Selang 2 (dua) minggu kemudian, terlapor melakukan panggialn video call Whatsapp terhadap pelapor, selang beberapa saat kemudian, terlapor masuk ke kamar mandi dan memperlihatkan alat kelamin kepada pelapor yang sedang melakukan onani, dan beberapa minggu kemudian, terlapor kembali melakukan hal yang sama, perbuatan bejad itu langsung discreen shot oleh pelapor, dan parahnya lagi, terlapor terus melakukan vidoe call ke 3-4 dan 5 kalinya, namun aksinya sudah tidak digubris lagi oleh korban, karena panggilan masuk video call tersebut tditolak korban.

 " Saya merasa dilecehkan dan dirugikan, sehingga saya melapor ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, kata korban dugaan pelecehan (N), Kamis, 1 Agustus 2019.

Dalam surat tanda laporan tersebut juga disebutkan bahwa terlapor dalam lidik, surat tersebut ditandatangani oleh seorang Penyidik Pembantu, Brigadir Dicky Yulian.

Dalam proses BAP hari ini, pelapor terlihat didampingi tim kuasa hukumya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), sedangkan pendampingan saat pemeriksaan didampingi Mila Kesuma, SH yang juga Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Yayasan Advokasi Rakyat Aceh.

Ketua YARA, Safaruddin SH, yang juga hadir di Polda Aceh, menyampaikan, kegiatan hari ini adalah pemeriksaan keterangan dari saksi korban (Pelapor) dan proses ini masih dalam proses penyelidikan Polda Aceh.(Alan)



Komentar Anda

Berita Terkini