|

FPI : Pusat Pemerintahan Aceh Timur Jadi Ladang Maksiat

Gambar atas : Remaja terjaring razia FPI. Bawah : Laskar FPI Aceh Timur.



REPORTASEGLOBAL.COM  - Laskar Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Aceh Timur, menggelar razia maksiat di area perkantoran Pemkab. Aceh Timur, yang diduga kerap disalahgunakan sejumlah pasangan muda - mudi, untuk berpacaran dan melakukan perbuatan maksiat di malam hari.

Dalam gelaran hisbah itu, laskar FPI berhasil menjaring lima pasang muda - mudi di tempat gelap, yang sama sekali tidak tersentuh cahaya lampu jalan.

" Kami berhasil memergoki lima pasang, lagi asik bercumbu dalam gelap, dan tidak menghiraukan orang lain disampingnya," kata Ketua FPI Aceh Timur, Tgk.Nazaruddin, kepada awak media, Senin malam, 12 Agustus 2019.

Nazaruddin mengungkapkan, pasangan muda - mudi tersebut, diberi nasehat dan dikembalikan kepada orang tua mereka masing - masing, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

" Sudah kami nasehati dan kami kembalikan ke pihak keluarga masing - masing, agar tidak terulang lagi," ujarnya.

Nazar mendesak Pemkab. Aceh Timur, mengaktifkan WH, untuk mengantisipasi maraknya praktek asusila di kawasan tersebut.

" Kami, FPI Aceh Timur mendesak pemerintah, mengaktifkan WH, ini kan sebenarnya tugas WH, sebab WH digaji dan punya wewenang, dalam hal amar ma'ruf - nahi mungkar, terlebih ini lokasinya di pusat pemerintahan, bahkan tidak jauh dari kantor WH, maka tidak ada alasasan WH tidak bertindak, dan jangan sampai, WH  terkesan makan gaji buta," ketus Nazar.

Dia melontarkan kritik keras kepada pemerintah Aceh Timur, yang ia nilai lalai dalam hal tersebut.

" Jika Pemda tidak bersedia mengaktifikan WH, sebaiknya bubarkan saja," tegasnya.

Dia menuntut, agar Pemkab. Aceh Timur, serius menerapkan syariat Islam di daerah tersebut.

"Kita berharap pemberlakuan syari'at islam dilaksanakan secara kaffah di Aceh, khususnya Aceh Timur, kami mengajak Pemkab Aceh Timur, terutama bupati , Dinas Syari'at Islam, Dinas Sosial juga MPU., serta dinas terkait lainnya, untuk bekerjasama dalam hal amar ma'ruf nahi mungkar," pinta warga Julok tersebut.

" Kenakalan remaja di Aceh, sangat luar biasa, di  kafe, warnet dan tempat lainnya dimana mereka berkumpul. Jadi kami rasa perlu sekali, pemerintah dan ormas bekerjasama, terutama dengan FPI, dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa kedepan," beber Nazar.

Dia juga menekankan, agar pemerintah tidak menganggap FPI sebagai musuh, dan menjadikan Ormas pimpinan Habib Rizieq Sihab tersebut sebagai mitra.

" Ini PR kita bersama, jangan kedepankan ego, dan jangan pernah menganggap FPI musuh pemerintah, sebab seyogianya FPI merupakan mitranya pemerintah," ungkap Nazar.

Pihaknya menegaskan akan terus melakukan hisbah hingga pelanggaran syariat dapat benar - benar diatasi.

" Jika Pemkab tetap tutup mata dan tidak merespon, atau mungkin ada oknum pemerintah yang sengaja membiarkan kemaksiatan dan kemungkaran di pusat pemerintahan Aceh Timur,  Demi allah, kami FPI tidak akan ridha. Kami tidak ingin Aceh Timur dijadikan ladang maksiat oleh para oknum muda-mudi yang sudah hancur akhlaknya itu," ujarnya.

Nazar menegaskan, dalam aksi mencegah maksiat itu, pihaknya sama sekali tidak mengharapkan imbalan apapun.

" Kami FPI bekerja sama nabi, dani diberi gaji oleh allah, maka tidak ada alasan bagi kami untuk tunduk pada kemungkaran dan kezaliman," pungkasnya menutup keterangan.***















Komentar Anda

Berita Terkini