|

YARA Desak Polres Aceh Barat Tangkap Debt Collector PT. Mandala Perampas Motor


Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani

REPORTASEGLOBAL.COM - Yayayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA)  Aceh Barat mendesak reskrim  Polres Aceh Barat  segera menahan pihak leasing yang telah melakukan perampasan sepeda motor terhadap 2 warga Aceh Barat. 

Perampasan paksa sepeda motor tersebut terjadi pada hari Selasa 23 oktober 2018 dan pihak korban penarikan paksa sepmor tersebut sudah membuat laporan resmi ke SPKT Res  Aceh  Barat  dengan nomor laporan polisi : LP/111/X/2018/SPKT Res Abar, tanggal 23 oktober 2018.

Sejak dilaporkan kasus ini sudah berjalan dua minggu lebih tapi belum ada panahanan terhadap pelaku perampasan tersebut,  namun kami juga menerima pengaduan bahwa pihak terlapor tersebut masih melakukan aktifitasnya dengan mendatangi konsumen  sehingga membuat para konsumen yang mengambil kredit di perusahaan leasing PT.  Mandala Multifinance ketakutan. Ini harus segera diatasi. 

" Bukan masalah melarikan diri tapi mengulangi lagi perbuatannya. 
Sejauh ini Pihak pelapor melalui kami selaku pedamping hukum juga sudah mendapatkan SP2HP yang kedua dari penyidik Polres Aceh Barat atas laporan tersebut dan kasus ini sudah tingkatkan ke tahap penyidikan," kata Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani, 11 November 2018.

"Sikap dan tindakan kami untuk membuat laporan polisi ini adalah sebagai bentuk pembelajaran sekaligus efek jera kepada perusahaan-perusahaan leasing yang mengutus karyawannya berkedok debt colector yang seringkali melakukan penarikan kendaraan secara paksa dan apalagi pada saat penarikan atau eksekusi kendaraan yang macet cicilannya tanpa disertai dengan dokumen yang sah misalnya melampirkan surat peringatan pertama sampai ke tiga dan menunjukan sertifikat fidusia dan atau membawa putusan pengadilan.
tanpa dokumen sah tersebut penarikan kendaraan masyarakat/konsumen yang dilakukan perusahan leasing melalui debt colector adalah perbuatan melawan Hukum dan kriminal murni yaitu tindak pidana perampasan dan ancamannya 9 tahun penjara," ungkap Hamdani.

Sejak dilaporkan kasus  ini pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak Mandala Multifinance dan saksi -saksi juga sudah dimintai keterangan,  namun pihak kepolisian sejauh ini belum menahan pihak terlapor tersebut. 

" Kami minta Kapolres Aceh Barat agar segera menahan Karyawan PT. Mandala Multifinance Aceh barat yang sudah di laporkan tersebut, semua yang terlibat harus di tindak tanpa kecuali, karena  telah melakukan perampasan sebagaimana dimaksud dalam pasal  368 Kuhp pidana,  demi terciptanya ketertiban dan kepatuhan hukum di masyarakat, hal seperti ini harus segera ditindak tegas sebab ulah dari karyawan mandala tersebut jelas- jelas telah mngangkangi aturan yang ada, dan  terkesan kasar dan bertindak arogan adalah sangat meresahkan masyarakat," ketus Hamdani.

Hamdani menjelaskan adanya ketentuan- ketentuan baku dalam melakukan penarikan atau eksekusi kendaraan bermotor yang macet cicilannya dan sangat jelas diatur dalam UU Fidusia tahun 1999 dan peraturan mentri keuangan no 32 thn 2012 yang khusus mengatur tentang tata cara penarikan kendaraan bermotor pada konsumen yang telah macet cicilannya.

" Untuk perusahaan leasing PT.Mandala Multifinace cabang Aceh Barat kami menilai memang sangat bobrok manajemennya, karena banyak juga masyarakat yang hendak membeli secara cash atau kontan malah dialihkan pembeliannya secara kredit," ungkap Hamdani.

" Sebelumnuya Kami juga sudah melakukan bentuk bentuk preventif dengan melayangkan surat pemberitahuan kepada lembaga pembiayaan/leasing ke semua perusahaan leasing Aceh Barat bahkan sampai dirilis dibeberapa media cetak surat pemberitahuan kami agar hendaknya dalam pemberian dan pengikatan kredit kendaraan bermotor kepada konsumen atau masyarakat harus benar - benar sesuai SOP yang ada pada setiap perusahaan leasing," tambah Hamdani lagi.

Hamdani mengingatkan agar perusahaan leasing Jangan asal- asalan memberikan pengikatan kredit hanya karena mengejar target pembiayaan. Menurutnya lebih penting juga adalah dalam pengikatan kredit harus sesuai yang  diperintahkan UU seperti mendaftarkan fidusianya agar tidak ada pihak yang dirugikan. 


" isi  kami juga memuat tentang mekanisme baku penarikan kendaraan bermotor yang macet cicilannya yang diamahkan UU  tapi pada kenyataannya surat kami hanya dianggap angin lalu,.oleh karena itu kami YARA aceh barat akan tetap mengawal perkara ini sampai tuntas dan semoga juga Polres Aceh Barat selalu konsisten didalam penegakkan Hukum,"pungkasnya.

"Kepada konsumen lainnya jika ada penarikan paksa sepeda motor tanpa dokumen yang sah sesuai UU dan peraturan lainnya yang sudah di tetapkan silahkan membuat laporan Jangan pernah takut mmperjuangkan hak nya masing masing. Kami YARA Aceh Barat siap memberikan pedampingan hukum dan  advokasi kepada masyarakat yang mana hak-hak Hukumnya dilanggar dan dirampas dengan tidak terkecuali,"pungkas Hamdani menutup keterangannya.(***)




Komentar Anda

Berita Terkini