|

FPI Aceh Timur : Pemerintah Aceh Timur Tidak Serius Ciptakan Wisata Islami Keutapang Mameh

Front Pembela Islam

REPORTASEGLOBAL.COM - Front Pembela Islam (FPI) Aceh Timur,  menuding Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, dalam hal ini Dinas Pariwisata Aceh Timur, tidak serius mengembangkan potensi wisata Islami di daerah tersebut. Hal ini ditandai dengan kembali terjadinya penutupan salah satu objek Wisata di Gampong Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Minggu (16/9/2018).

" Pemkab. Aceh Timur tidak serius menciptakan wisata Islami, maka yang jadi korban adalah masyarakat. Padahal, kami FPI Aceh Timur, sudah pernah bermediasi dengan Dinas Pariwisata, untuk mendukung niat baik Pemkab  dalam upaya pengembangan wisata Islami. Tapi sampai detik ini implementasi di lapangan tidak pernah ada," kata Ketua FPI Aceh Timur, Tgk. Nazaruddin, kepada Reportase Global.Com, Minggu malam (16/9/2018).

Dalam pernyataannya itu, Tgk.Nazar memberi ultimatum kepada pihak Dinas Pariwisata Aceh Timur, agar menyatakan pendiriannya terkait pariwisata Islami yang dinilai mampu mendongkrak perekonomian daerah, tanpa merusak moralitas sosial sosial, dengan adanya pengelolaan secara Islami, serta pengawasan ketat pada terjadinya pelanggaran Syariat Islam di dunia pariwisata.
Ketua FPI Aceh Timur, Tgk. Nazaruddin Ramli, bersama Ketua MPI (Mujahidah Pembela Islam) Aceh Timur, Nafisah.

" Saya selaku Ketua FPI Atim, mengingatkan Pemkab Aceh Timur, kalau memang serius membuka wisata pantai Islami silahkan, kami beri dukungan. Tapi jika main - main, maka kami pun tak segan - segan mengajak seluruh masyarakat serta ormas- ormas Islam, santri - santri dayah, untuk kita tutup semua pantai yang ada di Aceh Timu ini. Supaya masyarakat tahu, dimana letak kunci permasalahan mengapa selama ini pantai ditutup. Bukan karena FPI atau masyarakat, tapi Pemkab sendiri yang terkesan tutup mata, dan menganggap hal ini tdk penting," Ketus Tgk. Nazar.

Menurut Tgk. Nazar, kelalaian pemerintah tersebut telah menyebabkan keresahan di tengah masyarakat Aceh Timur selama ini.

" Selama ini, dengan terbukanya pantai untuk umum,  kemaksiatan, kemungkaran meraja lela. Maka kami selaku FPI, Masyarakat, Santri Dayah , Ormas- ormas Islam yang anti maksiat, tidak pernah rela Bumi Aceh dikotori jadi ladang maksiat," ungkapnya.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan SERAMBINEWS.COM, Massa yang didominasi kaum ibu di Gampong Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, menghadang warga yang hendak berwisata ke Pantai Keutapang Mameh di gampong tersebut, Minggu (16/9/2018).

Amatan Serambinews.com, kaum ibu mendirikan tenda di jalan masuk ke pantai dan menghentikan setiap kendaraan pengunjung yang datang.

Saat menghentikan kendaraan, kaum ibu tersebut memberitahukan bahwa pantai tersebut ditutup untuk wisata dan meminta pengunjung pulang.

“Gara-gara pantai itu dibuka selama ini, teungku imum (imam) kami mengundurkan diri karena tak mau menanggung dosa para pengunjung yang mengabaikan aturan syariat Islam,” kata perwakilan ibu-ibu yang meminta tak disebutkan namanya, kepada Serambinews.com.

Menurut warga setempat, selama ini Pantai Keutapang Mameh memang sudah ditutup dengan dipasangi papan bertuliskan "Pantai Ditutup". Tapi pengunjung tetap ramai datang berwisata ke pantai itu.

Banyak pengunjung yang non-muhrim mandi berdua-duan, berpakaian ketat, dan melakukan perbuatan yang terindikasi melanggar syariat Islam.

" gara - gara itu teungku imum kami mengundurkan diri, tak ada teungku lain yang mau menggantikannya jika pantai itu masih dibuka. Karena itu, hari ini kami lakukan ini agar tgk imum kami mau kembali menjabat," kata perwakilan ibu-ibu itu.

Amanah ulama

Sementara itu, Keuchik Keutapang Mameh, Julifuadi kepada Serambinews.com mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah bersama disepakati Pantai Keutapang Mameh ditutup.

Namun sejak sebulan terakhir, wisatawan yang berkunjung tidak dilarang, sehingga semakin hari semakin ramai yang datang.

“Nah karena bebasnya orang datang, teungku imum yaitu Tgk Abdul Hadi yang juga pimpinan Dayah Tarbiyatul Atfal mengundurkan diri," kata Julifuadi.

Pantai Keutapang Mameh ditutup sesuai kesepakatan bersama, merujuk kepada amanat dari ulama Aceh di gampong setempat yaitu Abu Di Keutapang Mameh, yang telah mengamanahkan agar tidak meramaikan pantai tersebut.

“Setiap amanah ulama tentu didasari sesuatu hal. Karena itu kita mendukung aspirasi masyarakat ini yang mengharapkan agar pantai ini ditutup,” ungkap Julifuadi.

Juli mengatakan selaku perwakilan pemerintah di gampong tetap mendukung wacana Pemkab Aceh Timur membuka wisata pantai Islami. Tapi program tersebut, diharapkan harus sinergi dan mengakomodir aspirasi masyarakat di lokasi objek wisata.(*)





























































Komentar Anda

Berita Terkini