|

PN Sigli Vonis Terdakwa Keterbelakangan Mental 3 Tahun Penjara


Advokat Muhammad Zubir SH.


REPORTASEGLOBAL.COM - Pengadilan Negeri Sigli memvonis 3 tahun penjara Martunis Munandar, anak keterbelakangan mental atas kasus dugaan  perbuatan pencabulan (sodomi) dengan Nomor Perkara 92/Pid.Sus/2018/PN Sgi, Rabu (9/5/2018)

Salah satu Penasehat Hukum terdakwa,  Muhammad Zubir SH dari Kantor Organisasi Bantuan Hukum Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) kepada awak media mengatakan, kondisi terdakwa saat ini tidak normal dengan Retardasi Mental Moderat (Keterbelakangan Mental) berdasarkan Visum et Repertum Psikiatrikum yang dikeluarkan Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh. 

Lebih lanjut Zubir menjelaskan, agenda sidang kemarin adalah pembacaan putusan, dimana sebelumnya Jaksa Penuntut Umum meminta Majelis Hakim memutuskan dengan menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 82 UU 2104 atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan pidana penjara selama 6 (enam)  tahun penjara. Dan majelis hakim memvonisnya 3 tahun penjara. 

Sidang putusan tersebut juga dihadiri pengacara hukum Kodam (Kumdam) Iskandar Muda. 

" Terkait putusan majelis hakim tersebut, kami selaku penasehat hukum akan mengajukan banding, dimana dalam ilmu hukum pidana dikenal alasan penghapusan pidana yaitu alasan pembenar dan alasan pemaaf menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”):
a.    Alasan pembenar berarti alasan yang menghapus sifat melawan hukum suatu tindak pidana. Jadi, dalam alasan pembenar dilihat dari sisi perbuatannya (objektif). Misalnya, tindakan 'pencabutan nyawa' yang dilakukan eksekutor penembak mati terhadap terpidana mati (Pasal 50 KUHP);
b. Alasan pemaaf adalah alasan yang menghapus kesalahan dari si pelaku suatu tindak pidana, sedangkan perbuatannya tetap melawan hukum. Jadi, dalam alasan pemaaf dilihat dari sisi orang/pelakunya (subjektif). Misalnya, lantaran pelakunya tak waras atau gila sehingga tak dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya itu (Pasal 44 KUHP).

Mengenai alasan pemaaf dapat dilihat dari bunyi Pasal 44 ayat (1) KUHP: 
“Tiada dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.” ujar Zubir.

" Kami sangat kecewa dengan majelis hakim yang memvonis terdakwa 3 tahun penjara, yang mana terdakwa adalah seorang pemuda keterbelakangan mental . Terdakwa tidak dapat mempertanggungjawabkan  perbuatannya, seharusnya terdakwa tersebut dibebaskan dari segala tuntutan pidana(ontslag van alle rechtsvervolgin). 
Selain banding Upaya hukum lain yang kami lakukan adalah kami akan melaporkan jaksa dan hakim karena telah menyidangkan dan memvonis terdakwa keterbelakangan mental" Tutup Advokat Muhammad Zubir SH.(***)
Komentar Anda

Berita Terkini