|

Pengacara 24 Napi Lapas Lambaro yang Dipindahkan ke Sumut Temui Senator Aceh

Foto; Istimewa


REPORTASEGLOBAL.COM - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, menerima kunjungan advokad narapida lapas Lambaro,Banda Aceh, yang dipindahkan ke seluruh Lapas di Sumatera Utara pasca kerusuhan pada Januari 2018 lalu. Sebelum menjumpai Haji Uma, para advokad muda tersebut juga menjalin komunikasi dengan Fakhrurrazi yang juga anggota DPD RI Asal Aceh.

Advokad Yusi Muharnina, SH dan Rukayah, SH dari kantor SYR Law Firm Aceh Besar menceritakan, kondisi narapida pasca dipindahkan ke Sumatera utara sangat memprihatinkan.

" Pengakuan narapida yang dipindahkan ke salah satu lapas di Sumatera Utara, keadaan mereka di sana over kapasitas, dalam satu kamar diisi 26 narapidana, untuk tidur saja mereka harus bergantian dengan narapidana lainnya," kata Yusi, Rabu 4 April 2018.

Yusi mengungkapkan, pasca dipindahkan, para narapidana tersebut tidak mendapat kunjungan dari pihak keluarga akibat jauhnya jarak yang mesti ditempuh.

" Mereka tidak pernah dapat kunjungan keluarga sama sekali, karena jarak yang jauh dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk menjenguk ke lapas penempatan di Sumatera Utara," ujar Yusi.

Menurut Yusi, kedatangan pihaknya bertujuan meminta dukungan anggota DPD RI asal Aceh, agar dapat membantu para narapidana asal lapas Lambaro Banda Aceh tersebut untuk dipindahkan kembali ke lapas yang berdekatan dengan jarak domisili keluarga mereka masing -masing.

“Alasan pemindahan /mutasi napi sudah sesuai dengan pasal 16 Ayat (1) UU no 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan narapidana, dapat dipindahkan dari satu lapas ke lapas lain untuk kepentingan; 1. Pembinaan, terutama dari keluarga terdekat. 2. keamanan dan ketertiban. 3. proses peradilan. 4. kepadatan isi lapas/rutan dan lainnya yang dianggap perlu” terang Yusi Muharnina, SH selaku kuasa hukum keluarga Narapidana Lapas Lambaro.

Yusi menambahkan, pasca kerusuhan itu, sebanyak 58 narapidana dipindahkan dan disebar ke lapas di seluruh Sumatera Utara. “Dari 58 narapidana yang dipindahkan, sebanyak 24 pihak keluarga narapidana melaporkan kepada kami untuk mengurus kepindahan sanak family mereka tersebut kembali ke Aceh, agar lebih mudah di kunjungi," tandas Yusi.

Kedua anggota DPD RI asal Aceh yang mereka temui tersebut menyambut baik dan mendukung upaya advokasi yang dilakukan SYR Law Firm, Aceh Besar tersebut.

Sementara itu, para senator asal Aceh tersebut akan  menyampaikan surat kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia agar menyetujui proses pindah kembali sebanyak 24 narapidana sebagaimana dimohonkan oleh advokad SYR Law Firm.

“Para narapidana tersebut harus dipindahkan kembali ke Aceh, mereka harus mendapatkan pembinaan yang baik, pembinaan yang penuh dengan nilai keislaman, keacehan dan termasuk pembinaan dari keluarga terdekat” ungkap Haji Uma.(***)

Komentar Anda

Berita Terkini