|

Tgk. Ahmadi : Jum'at, Nyak Sandang akan Dipeusijuk Ulama Aceh

Nyak Sandang disambut Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu.


REPORTASEGLOBAL.COM - Warga Aceh penyumbang pesawat pertama indonesia, Nyak Sandang, dijadwalkan akan kembali ke Aceh usai kunjungannya ke Istana Negara beberapa waktu lalu.

Kembalinya Nyak Sandang ke Aceh tersebut akan disambut dengan kegiatan syukuran menepung tawari (peusijuk)  oleh sejumlah ulama Aceh di Dayah Markaz Al- Ishlah Al Aziziyah, Lueng Bata, Banda Aceh Pimpinan Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjongan, pada Jumat 6 April 2018, sekira pukul 14.30 WIB.

Kepada Reportase Global.Com, salah seorang guru pengasuh di dayah MIA, Tgk. Ahmadi, membenarkan adanya rencana prosesi khas Aceh tersebut.

" Kami turut mengundang secara umum masyarakat Aceh, hal ini semata-mata karena rasa syukur dan apresiasi masyarakat Aceh kepada Nyak Sandang, yang telah berjasa terhadap Republik Indonesia. Dan kita berharap, kelak akan lahir pejuang-pejuang yang ikhlas layaknya Nyak Sandang," ujar tokoh spiritual muda Aceh tersebut.
Pemimpin Dayah Markaz Al- Ishlah Al Aziziyah, Lueng Bata, Banda Aceh, Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjongan bersama salah seorang guru pengasuh di dayah MIA, Tgk. Ahmadi,  

Nyak Sandang adalah salah satu orang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Hal ini berawal dari tahun 1948, saat Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka.

Kala itu, Nyak Sandang berusia 23 tahun. Bersama orang tuanya, dia menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara untuk membeli pesawat pertama Indonesia.

Presiden Sukarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.(***)


Komentar Anda

Berita Terkini