|

FPI Aceh Minta Sukmawati di Proses Hukum

Teks Foto : Para pendemo saat melakukan aksi Konvoi di jalan Perdagangan Kota Lhokseumawe, Senin 9/10. (Realitas/Hasanuddin)


REPORTASEGLOBAL.COM- Ratusan masa dari From Pembela Islam (FPI), menggelar unjuk rasa di halaman Mesjid Agung Islamic Center Kota Lhokseumawe, Senin (9/4). Dalam orasi  mereka meminta pihak penegak hukum untuk menangkap Sukmawati Sukarno Putri yang dianggap telah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Sebagai mana telah viral di berbagai media, pada acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada 2 April 2018 lalu, Sukmawati yang merupakan putri presiden Indonesia, membacakan Puisi dengan tajup, Ibu Indonesia, yang dinilai menistakan Agama.

Tgk Muslim Attahiri, Ketua From Pembela Islam Aceh, saat diwawancarai media, meminta pihak penegak hukum agar segera menangkap Ibu Sukmawati Sukarno Putri, dia telah menistakan Agama Islam lewat puisi yang dia bacakan pada acara Fashion Week 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada 2 April 2018 lalu.

"Dalam puisi tersebut Sukmawati telah menghina Syar'i,at Islam, Azan, serta Cadar yang kerap di gunakan oleh para Muslimah. Dari itu kami dari FPI Aceh mendesak pihak penegak hukum untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku, serta melakukan proses hukum yang berlaku di negara ini, kata Muslim.

Bahkan lanjut Muslim, mereka mengancam akan melakukan berbagai aksi, bila Sukmawati luput dari proses hukum. Tidak ada kata maaf bagi mereka yang telah melakukan penistaan terhadap Agama Islam, dan Syariat. Seandainya dia telah menghina pribadi kita, mungkin bisa kita maafkan dengan permintaan maaf. Tapi kalau dia menghina Islam tidak ada hak secara personal untuk kita maafkannya.

"Dari itu kami FPI akan selalu menuntut agar Sukmawati segera di ditahan dan di proses sesuai Undang-Undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini, bahkan katanya Sukmawati akan menjadi kasus penghinaan Agama yang selanjutnya," ungkap Tgk Muslim.

Dalam kesempatan itu, ketua FPI Aceh juga mendesak pemerintah Provinsi Aceh, agar pekerja sex komersial (PSK) online yang telah di tangkap dan kabarnya telah di serahkan kepada keluarga mereka, untuk kembali di proses secara hukum Syari,at Islam yang berlaku di Aceh, karena kegiatan yang telah mereka lakukan selama ini sangat bertentangan dengan Agama dan juga penerapan Syar'i,at Islam di Aceh.

"Kami akan mendesak para penegak Hukum di Aceh, bahkan bila hal itu di biarkan kami FPI akan turun dan melakukan demo besar-besaran di Banda Aceh. Agar menindak seluruh pelanggar Syar'i,at Islam, siapapun mereka, karena mereka telah mengotori perjalan penerapan Syariat,at Islam di Aceh," ancam Muslim.

Muslim menambahkan, FPI akan mempertanyakan kembali kepada pihak-pihak, terkait apa alasan mereka membebaskan para PSK yang telah di tangkap, mengapa mereka tidak diproses secara hukum, bila tidak ada mereka tidak mau menangkap dan menahan kembali para PSK online maka kami akan mengambil sikap, dan melakukan pengerebekan terhadap tempat-tempat maksiat di Aceh.

Setelah melakukan orasi di halaman Mesjid Agung Islamic Center, para pendemo juga melakukan konvoi melewati Jalan Merdeka, Perdagangan, jalan Pase, dan berlanjut sampai ke Cunda, dalam komvoi itu para pendemo juga meneriaki tangkap Sukmawati, tangkap para penista Agama Islam. Aksi tersebut juga mendapatkan pengawalan ketat oleh pihak Kepolisian Polres Lhokseumawe. (R/Has)


Komentar Anda

Berita Terkini