|

Dinilai Hina Ulama dan Santri Aceh di Medsos, AK Jailani Minta Maaf

AK Jailani duduk di sebelah kiri Sekjen HUDA, Tgk.H.Tu,Bulqaini, di hadapan tokoh santri Tgk. Ahamadi dan sejumlah pimpinan ormas islam lainnya, Senin 23 April 2018.

REPORTASEGLOBAL.COM - Setelah mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat, akhirnya AK Jailani menyatakan permohonan maaf 
terkait postingannya di facebook beberapa waktu lalu, yang dinilai menghina dan melukai hati ulama, santri serta masyarakat Aceh.
Postimgan AK Jailani di Facebook

AK Jailani membacakan surat permohonan maaf itu di hadapan Sekjen HUDA (Himpunan Ulama Dayah Aceh) Tgk.H.Tu. Bulqaini, Ketua FPI Banda Aceh,Tgk Zainuddin Ubiet, Tokoh Santri Aceh,Tgk Ahmadi, Pangwil KOMASDA,Tgk.Herizal Mira dan beberapa perwakilan ormas Islam serta masyarakat lainnya di Dayah Markaz al-ishlah al-aziziyah, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Senin, 23 April 2018, sekira pukul 22:30 WIB. 

"Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada ulama - ulama Aceh, santri - santri dayah di Aceh dan masyarakat Aceh, dengan hati yang ikhlas dan rasa penyesalan, atas status yang saya tulis di medsos, yang telah melukai hati dan perasaan ulama, santri dan masyarakat Aceh, dan telah mencemarkan nama baik santri, dengan menuduh santri dayah Aceh menghisap ganja, serta beberapa status saya yang melukai hati rakyat Aceh lainnya," setidaknya demikian bunyi petikan surat pernyataan maaf yang dibacakan langsung AK Jailani yang ia tanda tangani diatas materai tersebut.

Dalam pernyataannya itu, AK Jailani juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, dirinya juga menyatakan bersedia diproses secara hukum jika di kemudian hari dirinya melanggar pernyataannya tersebut.

" Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Jika terulang, maka saya bersedia dituntut secara hukum adat dan hukum yang berlaku di Indonesia," tambahnya.
Surat Pernyataan Maaf AK Jailani

Menanggapi pernyataan maaf tersebut, Sekjen HUDA Tgk.H.Tu Bulqaini, mengaku sangat kecewa atas perbuatan AK Jailani yang dinilai sangat melukai hati para ulama dan santri tersebut. 

"Walaupun demikian, kita sesama muslim tetap memaafkannya dengan catatan tidak akan terulangi lagi," tegas Tgk.H.Tu Bulqaini.

Tgk H.Tu Bulqaini juga mengharapkan agar AK Jailani kedepannya lebih selektif, hati-hati dan profesional dalam menulis berita, sehingga tidak terjadi kegaduhan di tengah masyarakat.(***)





Komentar Anda

Berita Terkini