|

Berharap Kerja di Medco, Diduga Warga Malah Dipukuli OTK

Warga melakukam aksi pencarian OTK pelaku pemukulan.

REPORTASEGLOBAL.COM - Sejumlah warga Desa Seuneubok Rambong, Kecamatan Nurussalam, memburu Orang Tidak Dikenal (OTK) yang diduga melakukan pemukulan terhadap 2 warga desa tersebut diantaranya, Iskandar dan Mahdi, pada tanggal 10 Februari 2018 lalu.

Aksi warga yang digerakkan M.Thaib ini, berlangsung di Simpang ROW CPP - AS 9, tepatnya di jalan JR 34, pada tanggal 14 Februari 2018.

Warga melakukan pencarian terhadap OTK yang diduga merupakan salah seorang oknum dari perusahaan setempat.

Mulanya kedua korban diketahui hendak mengajukan permohonan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut, namun malangnya mereka malah menjadi sasaran pemukulan OTK.

Sebagaimana dilaporkan, sebelumnya Iskandar dan Mahdi, diketahui terlibat penyetopan mobil perusahaan dengan maksud agar diberi pekerjaan.

Menanggapi hal itu, pihak Humas PT Medco, Tgk. Marwan dan Tgk.Zulkarnaini yang didampingi Humas PT.EPI, Zainal Abidin beserta anggota Polsek Indra Makmur menemui warga tersebut.
Upaya pihak kepolisiam memediasi para pihak
Menurut pihak humas, aksi warga tersebut tidak tepat, sebab masalah kesempatan kerja di PT.Medco, sudah diserahkan kepada Maincont dan para Subcont yang penerimaannya diserahkan kepada Muspika setempat. 

Selanjutnya, atas saran petugas Polsek setempat, maka persoalan tersebut pun dimediasi di Kantor Polsek Indra Makmur dengan mempertemukan kedua belah pihak yang berseteru.

Hadir dalam mediasi tersebut antara lain, Kapolsek Indra makmur, Iptu JT.Tarigan SH. Humas PT.EPI, Zainal Abidin, Supervisor PT.AIS, Rahmat Nur, Perwakilan Koramil, Kopda Basuki, Kanit Intel Polsek Indra Makmur,Aipda Iriadi, Warga desa Seunubok Rambong sebanyak 25 orang, dan warga Tanoh Anoe Idi Rayeuk sebanyak 10 orang.

Dalam upaya mediasi itu warga menuntut oknum pemukul warga tersebut diproses secara hukum. Dan warga juga menuntut untuk dipekerjakan pada Subcont PT. Medco, sebab mereka mengaku tidak seorangpun dari pihak mereka yang dipekerjakan pada perusahaan tersebut.

Setelah dilakukan mediasi, warga Seuneubok Rambong mengaku tidak puas dan berencana kembali melakukan aksi di Simpang Gampong Lhee.(***)
Komentar Anda

Berita Terkini