|

FAPA : Punya Tambang Minyak dan Gas, Tapi Rakyat Aceh Tak Nikmati Hasilnya


Ketua Forum Advokasi Pemuda Aceh ( FAPA) Razali.



























REPORTASEGLOBAL.COM - Ketua Forum Advokasi Pemuda Aceh ( FAPA), Razali, melontarkan kritik pedas terkait masih jauhnya mayoritas rakyat Aceh dari kesejahteraan. Padahal menurutnya, Aceh memiliki tanah yang kaya akan berbagai hasil tambang, namun manfaat dari kekayaan alam Aceh tersebut dinilai tidak menyentuh rasa keadilan bagi masyarakat Aceh selama ini.

" Sudah 10 tahun perdamaian MOU Helshinsky, namun realisasi perjanjian damai belum dirasakan rakyat Aceh hingga kini," kata Razali melalui pernyataan Persnya, Senin 1 Januari 2018.

Dia menilai, pada umumnya para investor yang datang ke Aceh hanya menyerap hasil kekayaan Aceh, tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

" 70-30 hak rakyat Aceh yang dijanjikan hanya tinggal janji, tanpa ada realisasi. Dan yang terlihat saat ini hanya ada investor-investor membangun pabrik-pabrik menyerap hasil bumi Aceh tanpa adanya pemberdayaan terhadap masyarakat aceh sendiri," ketus Razali.

Razali mengungkapkan, kesenjangan sosial yang terjadi di Aceh sangat ironis. Dimana Aceh memiliki beragam kekayaan tambang, namun masyarakat harus membeli produk tersebut dengan harga tinggi di pasaran. Dia mencontohkan harga minyak dan gas yang sangat tidak ekonomis, baik bagi kebutuhan warga sehari - hari,maupun bagi banyak jenis usaha milik masyarakat Aceh.

" Kita sudah lihat, banyak tambang minyak, gas, emas, dieksploitasi di Aceh. Contohnya kilang minyak raksasa telah dibangun belum lama ini di Simelue, tapi apa yang dapat dinikmati rakyat Aceh dengan hasil bumi tersebut ? Aceh menghasilkan minyak, tapi rakyat aceh merasakan begitu mahalnya harga minyak. Aceh menghasilkan gas tapi rakyat Aceh merasakan begitu langka dan mahalnya gas. Sampai sekarang ini rakyat Aceh hanya menonton hasil bumi aceh diserap untuk kebutuhan Pusat," tegasnya.

“ Hari ini kita tahu, hasil bumi aceh melimpah ruah , beribu ton barel gas sudah diambil dari Aceh, beribu ton barel minyak juga di suplai dari Aceh, dan itu di lakukan setiap bulannya selama ini, tapi pemerintah Aceh sendiri tidak pernah ada pembahasan tentang hasil bumi Aceh yang dapat memberdayakan rakyat Aceh," pungkasnya lagi.

Dia mendesak pemimpin Aceh segera memperjuangkan hak - hak masyarakat yang sudah dijanjikan.

" Rakyat tidak bodoh , rakyat Aceh sangat paham apa yang sudah terjadi di bumi Aceh. Dan untuk para pemimpin yang sudah terpilih, agar segera memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh yang sudah dijanjikan, jangan cuma duduk manis di kursi pejabat, sedangkan janji hanya tinggal janji," ketusnya lagi menutup keterangan.(***)
Komentar Anda

Berita Terkini