|

Desak DPR Aceh Interpelasi, YARA : Gubernur Jangan Sibuk Mimpi Beli Pesawat

Ketua YARA Safaruddin SH, beserta jajarannya.

REPORTASEGLOBAL.COM - YARA mendesak DPRA menggunakan hak interpelasi kepada Gubernur Aceh terkait lambatnya penyerahan KUA PPAS, sehingga jadwal pembahasan RAPBA tidak jelas sampai sekarang.

Menurut YARA, akibat lambatnya penyerahan dokumen dari Gubernur, maka lambat pula pengesahan APBA yang berdampak pada lambatnya pembangunan di Aceh,  hal itu dinilai akan sangat merugikan masyarakat Aceh.

" Untuk itu kami desak DPRA gunakan hak interpelasi sebagaimana diatur dalam pasal 25 UUPA,  jika hak interpelasi masih tidak jalan maka dapat menggunakan hak angket, selain itu, DPRA juga perlu melaporkan lambannya Gubernur dalam penyerahan dokumen pembahasan APBA kepada Menteri Dalam Negeri, agar Mendagri juga memberikan sanksi dan membatasi Gubernur untuk hal-hal yang tidak perlu sebelum selesainya pengesahan APBA," kata Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH, Rabu 3 Januari 2018.

Dengan menggunakan hak interpelasi tersebut menunjukkan DPRA serius mendesak Gubernur agar secara bersama segera melakukan upaya pengesahan APBA.

"Harusnya Gubernur peka dengan kondisi masyarakat Aceh saat ini dengan minimnya lapangan kerja,  peluang berusaha dan rendahnya pendapatan yang dapat memicu naiknya angka kriminalitas," tegas Safar.

Apalagi menurutnya, saat ini Aceh ditempatkan sebagai daerah termiskin keenam secara nasional.

" Harusnya Gubernur malu dengan peringkat tersebut, dan bekerja keras membawa Aceh keluar dari daerah miskin dengan dana triliunan, bukan sibuk dengan mimpi membeli pesawat, tapi masyarakatnya malah melarat. Kami harap peran DPRA sebagai pengontrol kinerja Gubernur perlu di maksimalkan," ketus Safar (***)
Komentar Anda

Berita Terkini