|

Sekjen Lemkaspa : Stop Bahas Bendera Aceh, Kami Tidak Butuh

Mustaqim Abubakar

REPORTASEGLOBAL.COM - Sekjen Lemkaspa, Mustakim Abubakar, secara pribadi meminta pembahasan bendera Aceh dihentikan. Pernyataan itu dia lontarkan melalui akun facebooknya pada tanggal 24 Oktober 2017.

" Stop bahas bendera Aceh, kami tidak butuh. Masyarakat mulai jual tubuh, ekonomi tidak tumbuh," demikian bunyi postingan akun facebook warga Saree, Aceh Besar tersebut.
Postingan Mustaqim di facebook
Dalam postingannya yang lain, Mustakim menyebutkan bahwa isu pembahasan bendera Aceh hanyalah komoditas politik jelang 2019 bagi segelintir orang demi meraup suara.

" Iya sob, itu implementasi Undang - Undang Pemerintahan Aceh yang sejak sepuluh tahun lalu sampai sekarang belum terealisasi," sebut Mustaqim menanggapi komentar teman facebooknya tertanggal 1 November 2017.

" Menjelang pilkada, beberapa orang secara politik menunggangi polemik bendera, itu yang terjadi sob," tambah Mustaqim yang digadang - gadang sebagai Caleg DPRA itu lagi.

Mustaqim juga melontarkan sindiran dengan kalimat sarkas pada postingan facebooknya pada tanggal 1 November 2017, yang dia posting kurang lebih sebulan sebelum perayaan Milad GAM 4 Desember 2017.

" Bicara bendera sesuai selera hanya bikin sengsara. Kasihan anak SD ikut upacara bendera. Mereka bingung ada dua bendera," sindir mahasiswa S2  tersebut.
Postingan lainnya
Pernyataan Mustaqim di akun medsosnya itu sempat ditanggapi Ketua Komisi A DPRA, Abdullah Saleh yang menekankan pentingnya bendera Aceh tersebut.

" Aceh berhak punya bendera, lambang dan himne," tegas Abdullah Saleh di kolom komentar postingan Mustaqim tersebut.

Sementara itu, salah seorang rekan Mustaqim dalam sebuah grup Whatsapp menyatakan bahwa pernyataan Mustaqim tersebut merupakan pernyataan pribadi, bukan pernyataan organisasi.

" Itu pernyataan pribadi Mustaqim, bukan organisasi Lemkaspa," terang rekan Mustaqim.(***)
Komentar Anda

Berita Terkini