|

PAKAR Bireuen: Bireun dan Aceh Besar Berebut IPDN, Ada Apa?

Ketua DPW PAKAR Bireun, M.Iqbal S.Sos.

REPORTASEGLOBAL.COM - Pendidikan perlu dibangun demi menciptakan Sumber Daya Manusia handal ,berkualitas, dan profesional dalam persaingan global saat ini.

Menyikapi aksi saling tarik -  menarik dua daerah di Aceh, antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Besar soal rencana pembangunan sekolah IPDN Regional Aceh oleh Pemerintah Pusat di Provinsi Aceh, DPW Yayasan Pusat Analisis Kajian Dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh, Kabupaten Bireun,M.Iqbal S.Sos Selaku Direktur PAKAR Bireuen, menyampaikan pandangannya terkait pro dan kontra perebutan lokasi berdirinya kampus tersebut. 

"Kesiapan pemerintah kabupaten mana yang lebih siap dan layak dibangun sesuai ketentuan Perundang - Undangan dan memenuhi syarat sesuai kategori kriteria, saya rasa bukan  permasalahkan," kata Iqbal, Kamis 7 Desember 2017.

Menurutnya, survei tahap awal yang dilakukan pihak IPDN selaku utusan pemerintah pusat akan lebih objektif dan rasional.

" Berilah ruang serta kepercayaan bagi Tim Penilai IPDN Regional bekerja sebaik mungkin tanpa intervensi dari pihak manapun di Aceh. Biarkan mereka menentukan sesuai mekanisme, kriteria dan ketentuan berlaku, untuk dikaji dan dianalisis kepatutan dan kelayakan lokasi, luas lahan yang memadai dan tidak menimbulkan masalah di kemudian," ujar Iqbal.

Pihaknya meminta, pemerintah daerah di dua kabupaten itu bersabar menanti proses penentuan tersebut.

" Kita dari DPW PAKAR Bireuen mendukung program pemerintah yang berpihak demi kemajuan Aceh, asal dibangunnya di Aceh, itu No Problem. Dan yang sangat kita khawatirkan bila pembangunan IPDN Regional Aceh gagal, bahkan malah dibawah ke luar Aceh," terang Iqbal.

Dia berharap, Pemerintah Aceh mengambil langkah tegas meredam timbulnya persoalan seputar perebutan kampus IPDN antara dua daerah tersebut.

" Kita Minta Pemerintah Aceh dalam hal ini Gubernur Aceh Irwandi Yusuf,memberi pemahaman kepada dua daerah tersebut, sebab dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja  dan konsentrasi Tim Survey IPDN," ujarnya.

Dia mengingatkan agar persoalan in disikapi secara cermat, agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.

" Kita mesti waspada, jangan sampai nanti datang pihak - pihak berkepentingan melobi dengan menghalalkan segala cara, bahkan dengan melanggar hukum. Dan jangan sampai gara - gara ribut, akhirnya kampus itu dibangun di luar Aceh.(***)
Komentar Anda

Berita Terkini