|

Cek Kesediaan Pangan di Daerah, DPD RI Temui Bulog

Haji mengunjungi gudang Bulog Sub Divre Lhokseumawe Armia, Senin (11/12/17)


REPORTASEGLOBAL.COM - Dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia, Anggota komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh H. Sudirman sapaan Haji uma mengelar pertemuan dengan kepala  Bulog Sub Divre Lhokseumawe  Armia, Senin (11/12/2017).

Haji Uma menyebutkan kunjungan kerja ini dalam rangka pengawasan Undang-Undang (UU) No 18 tahun 2012 tentang  ketahanan pangan yang serentak dilakukan DPD setiap daerah masing masing.

“Dalam UU pangan disebutkan, pemerintah harus menjamin ketahanan pangan di daerah, maka kita langsung turun ke lapangan untuk mengecek  penyediaan pangan, di daerah, apakah ada kendala maupun tidak, “ kata Haji Uma. Senin (11/12/2017).

Dikatakan, dalam memenuhi kebutuhan pangan, bulog selaku eksekutor (pelaksana) yang dipercaya pemerintah harus mampu mengatasi masalah kesedian pangan. Namun kendalanya pihak bulog tidak bisa mengambil kebijakan.

“Agar bulog bisa mandiri, harus ada regulasi yang jelas, selain itu pemerintah daerah dan legislatif harus memberikan support atau dukungan, sehingga bisa menjamin kebutuhan ketahanan pangan di daerah dan harus menentukan harga pemerintah dengan harga pasar, sehingga gabah tidak keluar ke luar Aceh,” terang Haji Uma.

Selain itu, kata Haji Uma, pemerintah kedepan harus mampu membeli gabah dari masyarakat sesuai harga pasar, sehingga bisa mendapatkan beras yang bagus dan berkualitas, karena selama ini beras export dari luar Aceh lebih murah.

“Hasil rapat dan pengawasan ini akan disampaikan di tingkat pusat dengan kementerian terkait. baik keseimbangan harga maupun kesiapan bulog dalam kesedian pangan kepada masyarakat, “ pungkasnya.

Sementara, kepala  Bulog Sub Divre Lhokseumawe  Armia Darsah menyebutkan, selama ini buloq tidak menampung gabah masyarakat Aceh, karena tidak cocok dengan harga pasar dengan harga pemerintah.

“ Pemerintah hanya mampu membeli Rp 3.700 perkilogram, sedangkan harga pasar sekitar Rp4000 lebih, sehinga gabah Aceh banyak keluar keluar Aceh.” Terangnya.

Dikatakan, untuk stok beras di bulog untuk tiga bulan kedepan sekitar 5000 ton, akan disalurkan ke tiga kabupaten kota,  yaitu Lhokseumawe, Aceh Utara dan Lhokseumawe .

“Untuk saveting bencana alam dan lainnya setiap tahun di subsidi sekitar 300 ton meliputi tiga kabupaten kota,” terangnya .(***)
Komentar Anda

Berita Terkini