|

Merasa Difitnah, Akhirnya Fachrul Razi Bicara

Anggota DPD RI Fachrul Razi, MIP

REPORTASEGLOBAL.COM - Anggota DPD RI Fachrul Razi, MIP akhirnya menanggapi pemberitaan dan gonjang - ganjing terkait penolakan kehadirannya dalam aksi demostrasi mahasiswa menuntut pembebasan dua orang mahasiswa Unimal -Lhokseumawe yang ditahan atas tuduhan pengrusakan Kantor Bupati Aceh Utara dalam aksi mahasiswa beberapa waktu lalu.

Dalam rilis yang dia layangkan ke media, Fachrul Razi, MIP menjelasakan dirinya memang sengaja berniat mengupayakan pembebasan terhadap kedua mahasiswa tersebut dan memberikan dukungan pada perjuangan mahasiswa.

" Saya tiba pagi hari dari Jakarta, terbang menuju Kota Lhokseumawe, berniat mendukung dan hanya berusaha membebaskan 2 mahasiswa yang saat itu butuh bantuan Hukum. Niat saya ikhlas dan istiqamah tanpa kepentingan apapun karena mahasiswa yang ditahan adalah alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) sebuah Lembaga yang Saya dirikan dan mereka Adik Adik Saya," ujar Fachrul Razi.

Dia menjelaskan, kehadirannya di pengadilan tidak ada kaitannya dengan aksi massa saat itu, sebab dua agenda yang berbeda namun dalam satu lokasi. 

" Saya memahami adanya tudingan  kedatangan saya dianggap hanya untuk 'mencari panggung,' Namun secara ikhlas saya lakukan tanpa maksud apapun demi tercapai tujuan yaitu 2 Mahasiswa bisa segera dibebaskan. Sebagaimana pengalaman beberapa orang mahasiswa atau masyarakat yang pernah saya bebaskan sebelumnya," katanya.

" Semua saya lakukan tanpa publikasi karena proses hukum harus dihormati. Semoga tudingan maupun fitnah kepada saya, ALLAH akan membalas dengan kebaikan yang sebenarnya," ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, kehadirannya di Pengadilan Negeri Lhokseumawe dalam rangka solidaritas dan dukungan serta keprihatian atas penahanan 2 mahasiswa yang ditahan Pengadilan Negeri Lhokseumawe dengan memberikan jaminan dan surat penangguhan penahanan kepada ketua Majelis Hakim dan Plt Ketua Pengadilan Lhokseumawe yang diterima pada pagi hari  pukul 12.00 wib di ruang Plt ketua pengadilan disaksikan humas pengadilan dan ketua Majelis Hakim. 

"Dalam Pertemuan Selama 1,5 jam kami membahas Solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan persidangan Mahasiswa," ungkapnya.

Menurutnya, pada saat rapat selesai, massa aksi sudah berkumpul di depan pengadilan dan melakukan aksi damai setelah bergerak dari kantor Kejaksaan. 

" Agenda kehadiran saya dengan adanya aksi damai adalah dua hal yang berbeda. Setelah rapat dengan pihak pengadilan, Saya turun menjumpai Kapolres Karena kehadiran saya di depan massa atas permintaan Kapolres Lhokseumawe untuk bertemu mahasiswa bahwa telah ada hasil negosiasi secara positif antara saya sebagai anggota DPD RI (penjamin) dengan ketua Hakim dan plt ketua pengadilan," terangnya.

Dia membantah bahwa dirinya berupaya mengambil kesempatan untuk berorasi di hadapan publik kala itu.

" Tidak ada upaya saya meminta diri berorasi atau meminta panggung, Namun hanya berdiri saja di depan massa Aksi. Saya memahami dan Menghargai Jika ada mahasiswa Dalam massa ramai untuk tidak berada Di lokasi Aksi. Kemudian Saya mencoba menfasilitasi dengan pimpinan Aksi dan pimpinan mahasiswa agar dapat diwakilkan beberapa orang mahasiswa untuk dapat audiensi dengan Kepada pengadilan," tambahnya.

Dia juga menjelaskan, saat itu mahasiswa menuntut agar dapat bertemu ketua pengadilan. Kemudian dirinya bertemu Plt ketua pengadilan dan meminta untuk bersedia bertemu Mahasiswa.

" Awalnya beliau menolak, karena sudah ada hasil pembicaraan sebelumnya, kemudian akhirnya beliau (PLT Ketua pengadilan) bersedia bertemu perwakilan mahasiswa. Akhirnya pertemuan dengan mahasiswa dan pihak pengadilan berlangsung secara baik dan musyawarah dan meminta ketua pengadilan menjelaskan ke massa mahasiswa hingga aksi berakhir dengan damai dan tertib," ungkap Fachrul.

Dalam keterangan Persnya itu, Fachrul Razi MIP, juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan mahasiswa dalam hal memperjuangkan kebenaran dan perang terhadap praktek kejahatan korupsi di Aceh.

" Saya memberikan Apresiasi kepada mahasiswa untuk terus memperjuangkan kebenaran dan Pemerintah yang bersih dan anti Korupsi serta percepatan Pembangunan Di Aceh," pungkas Fachrul menutup keterangannya.(***)
Komentar Anda

Berita Terkini