|

Ketua LSM Perintis : Diduga Ketua DPC Hanura Langsa Sengaja Tutupi Kasus Pidana Kadernya

Ketua DPC LSM Perintis Kota Langsa dan Tim Investigasi PPWI Zulfadli

REPORTASEGLOBAL.COM - Ketua DPC LSM Perintis Kota Langsa Zulfadli melontarkan kritik tajam terkait pendapat Ketua DPC Partai Hanura Kota Langsa, Ali Sadly atau Ali Pisang, soal belum ditahannya anggota DPRK Langsa, AL terkait kasus ijazah palsu pada pileg 2014 lalu.

Dalam pemberitaan sebelumnya Ali Sadly berkomentar, "Dirinya hanya merupakan ketua partai paling kecil dan hanya Ketua DPC di tingkat Kabupaten/Kota, DPW dan DPP itu yang menentukan untuk pemberhentian anggota dewan, jadi saya kalau ada surat dari Mahkamah Agung RI yang dikirimkan untuk dirinya melalui dari DPP Partai Hanura baru bisa saya lakukan hal tersebut" demikian Ali.

Dia juga melanjutkan komentar tersebut sebagai berikut, “ Sampai saat ini kami belum lihat surat keputusan dari Mahkamah Agung RI tentang kasasinya ditolak, karna sampai saat ini saya belum menerimanya, jadi saya tidak ada wewenang untuk masalah ini, semua itu adalah keputusan DPP”,ujar Zulfadli neniruka ucapan Ali Sadly.

Zulfadli menduga keras hal itu sebagai bentuk kepura - puraan, " Kita patut menduga sepertinya Ketua DPC Hanura Langsa pura-pura tidak tahu menahu menyikapi kasus pidana yang membelit kadernya di lembaga legislatif tersebut," Ketus Zulfadli.

Zulfadli juga menuding pimpinan parpol tersebut diduga sengaja mengulur waktu agar kasus tersebut gugur dengan sendirinya.

"Malah DPC Partai Hanura Langsa pada tanggal 13 Oktober 2016, ikut menyurati Mahkamah Agung RI untuk meminta salinan putusan perkara tersebut, yang diduga sebagai upaya pimpinan partai bersangkutan untuk mengulur-ulur waktu supaya anggota dewan berstatus narapidana itu di petieskan," kata Zulfadli.

Zulfadli melanjutkan, seharusnya jika Pimpinan Partai Hanura Langsa berniat memberikan contoh dan pembelajaran politik yang baik bagi generasi bangsa, maka anggota DPRK Langsa atas nama AL yang sudah memiliki putusan tetap karna terbukti bersalah menggunakan Ijazah palsu pada saat mencalonkan diri sebagai anggota dewan tahun 2017,harus mematuhi hukum dan mengiring AL ke balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tapi kenyataannya, kata dalam komentar pada awak media Pimpinan Partai Hanura Langsa diduga menunjukkan permainan politiknya dengan sengaja mengulur- ulur waktu guna mempertahankan seorang narapidana duduk di kursi Dewan," Ketus Zulfadli(tim)


Komentar Anda

Berita Terkini