|

Diduga Jengkel Kerjaannya Terusik, Kontraktor Nekad Maki Wartawan

Wartawan RUBERNEWS.COM, Aceh Jaya,Musliadi

REPORTASEGLOBAL.COM - Salah seorang kontraktor Aceh Jaya, diduga pelaksana pembongkaran Tugu Calang atau Tugu Marinir yang dibangun pasca Tsunami, memaki - maki wartawan RUBERNEWS.COM, Aceh Jaya, Musliadi, terkait berita pembongkaran tersebut.

Dalam rekaman percakapan telepon antara kontraktor dan wartawan itu, terdapat bukti percakapan berisi makian yang dilontarkan sang kontraktor yang diduga juga hendak menghalang -halangi kerja Pers tersebut.

"Saya dimaki, akibat beritakan pembongkaran Tugu Calang, yang tidak diketahui siapa rekanannya, sebab di lokasi tersebut tidak terpasang pamflet pekerjaan, “ungkap Musliadi kepada awak media, Selasa 10 Oktober 2017.

Musliadi meyakini orang yang menghubunginya dalam percakapan telepon itu adalah kontraktor pekerjaan tersebut.

” Paken ka beritakan hai pembongkaran, dan dipat loen pasang pamflet nyan, pu bak ulee yah kah dan bak ulee mak kah ? "( Kenapa kamu beritakan soal pembongkaran, dan dimana harusnya saya pasang pamflet itu, apa di kepala ayahmu dan kepala ibumu ?) " terang Musliadi meniru ucapan kontraktor dalam percakapan tersebut.

" Saya telah menyampaikan hal itu ke Ketua PWI Kabupaten Aceh Jaya, dan juga telah mengirim rekaman ancaman tersebut ke Kasat Reskrim, sebab pihak yang diduga rekanan itu telah menghalagi tugas awak media dalam memberitakan perihal pelaksana kegiatan pembongkaran Tugu Calang tersebut," ujar Musliadi.

Untuk diketahui, Pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik serta segala jenis saluran yang tersedia.

Setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaannya, jelas disebutkan dalam Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).(***)

Komentar Anda

Berita Terkini