|

YARA Gagalkan Aksi Premanisme Oknum Debt Collector ke Konsumen di Banda Aceh

Mobil Pick Up yang sudah disiapkan oknum debt collector untuk menganggkut secara paksa motor milik konsumen

REPORTASEGLOBAL.COM - Sejumlah oknum petugas debt colector perusahaan pembiayaan PT FIF Multi Finance, diduga mencoba upaya penarikan paksa atas 2 unit motor konsumen yang menunggak pembayaran selama 2 bulan, milik (RH) dan (CFN) di Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturahman, Banda Aceh, pada Selasa 29 Agustus 2017, sekira pukul 15.30 WIB.

Mulanya, peristiwa itu terjadi saat 4 orang oknum debt colector perusahaan tersebut mendatangi rumah CFN, bermaksud menanyakan perihal tunggakan motor tersebut. 

Setiba di depan pintu dan usai mengucapkan salam, tiba - tiba salah seorang oknum debt colector tersebut (FZ) langsung memasuki rumah CFN yang diikuti tiga temannya, meskipun mereka belum dipersilahkan masuk.

Kedatangan para petugas penagih tersebut disambut RH, yang kebetulan sedang berada ditempat. Namun, saat masuk ke dalam rumah, FZ dengan telunjuknya ke arah RH, secara tidak menyenangkan memerintahkan RH duduk (di kursi ruang tamu).

" Dia dan kawan -kawannya masuk tanpa izin, kemudian malah orang di dalam rumah yang dia perintahkan duduk dengan cara kasar," ujar RH kepada awak media.

Tak lama setelah RH diperintahkan duduk, FZ pun menanyakan keberadaan CFN yang tak lama keluar menuju ruang tamu, FZ juga secara kasar memerintahkan CFN untuk duduk dengan cara yang sama.

Kemudian, FZ menanyakan kepada RH dan CFN soal tunggakan dan rencana pembayarannya. Namun sikap FZ memancing kekesalan CFN yang akhirnya menimbulkan pertengkaran kecil saat itu.

" Sopan sedikit bang, ini rumah saya," kata CFN kepada oknum debt colector FZ tersebut, sedangkan tiga rekan FZ lainnya hanya menyaksikan perselisihan tersebut.

Akibat tidak menerima penjelasan RH dan CFN, soal rencana pembayaran tunggakan tersebut, FZ pun langsung berdiri dan menanyakan dimana posisi kendaraan tersebut.

Saat itu FZ mengatakan kedua kendaraan tersebut harus dititipkan di kantor FIF, hingga tunggakan diselesaikan kedua konsumen tersebut.

" Dia langsung berdiri, dan nanya dimana motornya, saya bilang berarti main paksa ya, ini kan bisa disebut perampasan. Lalu dia jawab, silahkan mau laporkan kemana, sambil keluar" sebut RH menirukan FZ.

Saat itu, tiga rekan FZ masih berada di dalam rumah dan tidak melakukan apapun. Sedangkan FZ yang sudah berada diluar, langsung menuju ke arah sebuah mobil pick - up berplat nomor BL 8156 JA yang mereka bawa, dan FZ langsung memasukkan mobil tersebut ke perkarangan rumah CFN.
Mobil Pick Up BL 8156 JA yang sudah disiapkan diperkarangan rumah untuk mengangkut paksa kendaraan konsumen.

Selanjutnya FZ membuka bak mobil pick up itu, yang diduga hendak mengangkut kedua motor milik dua konsumen FIF tersebut.

" Dia sendirian secara arogan mau main angkat saja," ucap RH.

Namun, hampir berlangsung kurang lebih 1 jam, FZ dan kawan - kawannya tidak juga mengangkat motor tersebut. Dirinya terlihat menelpon beberapa rekan lainnya tanpa diketahui maksud dan tujuannya. Hingga akhirnya ada sekitar delapan orang terdiri dari FZ dan rekan - rekannya di lokasi tersebut.

Saat itu, sebagian rekan FZ berdiri diluar pagar, sedangkan FZ dan 2 rekan lainnya masih terlibat perdebatan dengan RH di dalam perkarangan rumah tersebut.

" Kenapa nggak diangkat, tadi koq arogan kali," tanya RH yang merupakan seorang jurnalis sambil merekam semua kejadian tersebut.

Tak lama, RH pun menelpon rekannya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) M Zubir SH, dan bermaksud agar Zubir menjelaskan aturan hukum terkait penarikan kendaraan tersebut.

" Dia debat dengan Zubir soal hukum, tapi motornya tetap tidak mereka angkat ke mobil pick yang bak nya sudah disiapkan terbuka," ketus RH.

Menurut FZ, Orang yang belakangan dia telpon dan datang ke lokasi itu (AN) atasannya yang mengaku sebagai supervisor. FZ sendiri juga mengaku dirinya sebagai salah seorang supervisor.

" Dia belum angkat motornya, katanya nunggu atasannya itu (AN), tapi setelah bapak itu datang, mereka juga belum mengangkatnya, sampai orang kampung pada keluar menyaksikan kejadian itu," kata RH.
Rekan oknum debt colector FZ berjaga diluar perkarangan rumah

Kemudian perdebatan terus berlanjut antara AN,FZ menghadapi Zubir dan RH. Hingga akhirnya saat magrib akan tiba, pihak FZ dan AN melunak dan meminta agar RH menyelesaikan tunggakannya.

" Jadi kapan bapak bisa bayar, kami tunggu kabarnya besok," ujar AN yang sebelumnya sempat meminta kunci motor kepada RH, namun permintaan tersebut ditolak RH.

Setelah itu, para debt colector itu pun pergi meninggalkan lokasi kejadian tersebut.(***)

Komentar Anda

Berita Terkini