|

Waka Tuha Peut Neusu Aceh : Kita Tetap Tuntut LPJ Mantan Geuchik, dan Awasi Ketat Geuchik Baru

Wakil Ketua Tuha Peut Neusu Aceh, Rahmadi saat bersama tokoh Neusu Aceh, Azwar Abu Bakar di Posko Pemuda Gampong Neusu Aceh, Selasa 29 Agustus 2017.

REPORTASEGLOBAL.COM - Polemik dana desa dan beragam dugaan penyimpangan yang mengibas kemelut di Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturahman, Kota Banda Aceh, disinyalir masih jauh dari kata reda.

Gonjang -ganjing soal belum diserahkannya LPJ mantan Geuchik Neusu Aceh, Budian, masih terus menjadi buah bibir masyarakat yang mempertanyakan soal kinerja serta pengelolaan dana desa di Gampong Neusu Aceh.

Wakil Ketua Tuha Peut Gampong Neusu Aceh, Rahmadi menuturkan, bahwa pihaknya akan tetap menuntut LPJ mantan geuchik tersebut atas permintaan warga.

" Kita tetap akan tuntut sampai kapanpun LPJ itu, termasuk soal kemana dana desa dan uang pemasukan dari aset - aset gampong selama ini," ujar Rahmadi kepada Reportase Global pekan lalu.

Rahmadi mengaku pihaknya kerap menjadi sasaran warga akibat dinilai tidak bekerja dan hanya mendiamkan saja berbagai persoalan yang berkembang di Neusu Aceh. 

Menurut Rahmadi, sebenarnya pihakknya sudah beberapa kali mendesak agar LPJ tersebut, termasuk berbagai hal terkait lainnya disampaikan mantan geuchik kepada tuha peut. Namun Rahmadi mengaku, usaha Tuha Peut selalu kandas akibat diabaikan.

"Kami sudah desak dan lakukan berbagai cara supay LPJ , dana desa periode lalu dan aset gampong diungkap, tapi mereka abaikan saja," terang Rahmadi.

Dalam keterangan itu Rahmadi berharap mantan Geuchik Neusu Aceh mempertanggungjawabkan semuanya, seperti pengelolaan dana desa dan pemasukan dari berbagai bentuk aset gampong Neusu Aceh selama dirinya menjabat.

" Itu hak masyarakat untuk tahu, kemana saja dana desa, dan uang dari aset desa, seperti uang sewa kios -kios, tanah wakaf dan perlengkapan gampong lainnya," ketus Rahmadi.

Rahmadi sangat menyesalkan soal ketikdajelasan ini yamg mengakibatkan pihaknya menjadi bulan -bulanan warga.

" Kami yang dituding tidak bekerja, padahal kami sendiri diabaikan," keluh Rahmadi.

Terkait geuchik baru Fauzi Oesman, dia berharap agar segera dapat mewujudkan perubahan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Dan pihaknya juga mengaku akan mengawasi secara ketat kinerja Geuchik Gampong Neusu Aceh yang baru, agar kemajuan segera terjadi.

" Kita akan awasi ketat agar perubahan terjadi," pungkas Rahmadi menutup keterangannya.

Hingga saat berita ini diturunkan, mantan geuchik tersebut diketahui sangat sulit ditemui, bahkan nomor telepon seluler yang bersangkutan selalu dalam keadaan tidak aktif saat media hendak melakukan konfirmasi.(rg1)






Komentar Anda

Berita Terkini