|

Ketua YARA Aceh Barat : Pemerintah Pusat Jangan Tipu - Tipu Aceh Lagi

Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani didampingi Direktur YARA Safaruddin SH beserta jajarannya peragakan bendera Aceh Bintang Bulan.

REPORTASEGLOBAL.COM - Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani, meminta pemerintah pusat agar tidak mempersulit Aceh lagi dalam berbagai hal terutama terkait persoalan bendera Aceh, Bintang Bulan.

Sebagai warga Aceh, kekecewaan Dani itu ia lontarkan dalam sebuah postingan medsos, bertepatan pada hari ulang tahunnya ke 25.

"Selaku penggugat, saya merasa lagi - lagi dan lagi, Aceh telah kembali ditipu Pemerintah Pusat," sebut Hamdani dalam postingan facebooknya itu, tertanggal 7 Agustus 2017.

Menurut Dani, bendera Bintang Bulan tersebut hanya sebatas identititas bagi Aceh, sehingga pemerintah pusat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

" Bendera itu hanya sebagai identitas bagi Aceh, itu contohnya di negara lain seperti Australia juga ada bendera Aborigin," ucap Dani.

Hamdani merupakan satu-satunya warga Pantai Barat Selatan yang mengajukan judicial Review terhadap Qanun Nomor 3/2013 ke MA. Qanun atau Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013, yang ditetapkan 25 Maret 2013 lalu itu pun menuai kontroversi dan berbuntut panjang, sehingga polemik Bendera Aceh tak kunjung selesai, hingga akhirnya berujung pada gugatan Qanun tersebut ke MA melalui YARA.

Hasilnya, Mahkamah Agung menolak permohonan Judicial Review/uji materil terhadap Qanun Nomor 3/2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh. 

Dia menuding, pemerintah pusat terlalu berlebihan menyikapi persoalan tersebut.

" Pemerintah Pusat jangan terlalu sensitif menanggapi hal tersebut. Bendera itu sama saja seperti bendera lainnya. (Alm) Gus Dur pernah berkata, kalau bendera itu cuma identitas saja. Jangan terlalu sensitif," kata Hamdani.

Dalam postingannya itu Dani juga mengingatkan, agar pemerintah pusat tak lagi bermain dengan pendapat - pendapat yang tidak masuk akal terkait persoalan bendera Aceh tersebut.

"Sudahlah jangan lagi menipu kami di Aceh, dengan logika-logika hukum serta taktik politik pusat, seolah -olah polemik bendera Aceh ini merupakan persoalan yang begitu besar sehingga tidak ada solusinya. Kami Warga Aceh sudah kenyang dengan strategi politik yang dimainkan pemerintah pusat," ketus Dani.
 
Dani menegaskan, pihaknya akan terus melanjutkan perjuangan terkait bendera Aceh tersebut.

" Kami tidak akan pernah bosan berjuang, hingga bendera Aceh Bintang Bulan benar - benar dikibarkan,"pungkas Dani.(oenyak)



Komentar Anda

Berita Terkini