|

China Robohkan Patung Raksasa Tokoh Komunis Mao Zedong Akibat Medsos

Patung Tokoh Komunis China Mao Zedong saat sedang dibangun di Henan


REPORTASEGLOBAL.COM - Sebuah patung emas raksasa Mao Zedong yang baru saja dibangun di sebuah perdesaan di China dirobohkan menyusul protes dan kritik masyarakat di media sosial.

Seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (9/1), sesaat setelah foto patung mantan pemimpin China itu diunggah di internet, media sosial langsung ramai. Sebagian besar mengatakan bahwa dana pembuatan patung itu bisa digunakan untuk pendidikan masyarakat, sementara yang lainnya mencemooh.

Patung setinggi 36,6 meter yang berdiri di tengah pertanian desa Zhushigang, provinsi Henan, itu oleh sebagian netizen dikatakan mirip posisi Mao saat sedang buang air besar.

Dilaporkan, patung itu dibangun dengan biaya hingga 3 juta yuan atau lebih dari Rp6,3 miliar. Menyusul gejolak di media sosial, pemerintah lokal merobohkan patung pemimpin revolusi dan pendiri China itu dengan alasan tidak memiliki izin.

Pembuatan patung Mao tersebut dibiayai oleh seorang pengusaha lokal bernama Sun Qingxin. New York Times menuliskan, Sun memiliki pabrik manufaktur, beberapa rumah sakit dan pabrik pemrosesan makanan.

Menurut warga setempat, Sun adalah penggemar berat Mao. "Dia menggilai Mao. Pabriknya penuh dengan gambar Mao," kata seorang petani kentang setempat, Wang, kepada koran People's Daily.
Patung Raksasa Mao
Patung itu juga dirobohkan di tengah kekhawatiran pemerintah Xi Jinping akan sosok Mao yang kini semakin dikultuskan oleh rakyat China.

Koran China Global Times melaporkan bulan lalu, pejabat pemerintah mengatakan Mao telah dianggap sebagai "dewa dan pemimpin spiritual" oleh warga di perdesaan. Bahkan ada sebuah kuil untuk memujanya.

Pemerintah pusat mencoba untuk membendung pemahaman dan praktik yang dianggap menyimpang ini. Presiden China Xi Jinping mengatakan, "kita tidak bisa menyembah (Mao) sebagai dewa hanya karena dia adalah orang hebat, tidak boleh membiarkan orang lain melakukannya dan membetulkan kesalahan mereka."(reuters)
Komentar Anda

Berita Terkini