|

Tumpukan Sampah Warga Nodai Citra Kota Gemilang Banda Aceh

Tumpukkan sampah yang sengaja dibuang warga di samping Kantor YARA, di Jl. Pelangi, Kota Banda Aceh.

REPORTASEGLOBAL.COM -Tumpukan sampah berserakan di Jalan Pelangi, Gampong Keuramat, Kota Banda Aceh. Sampah menggunung dan menghambat jalan di samping Kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh(YARA) itu tampak sangat mengganggu warga lainnya.

Sampah tersebut terkesan dibiarkan berserakkan tanpa terurus, hingga menggangu pemandangan serta menimbulkan bau tak sedap. Berdasarkan pantauan awak media,  sampah- sampah itu dibuang secara sengaja oknum warga setempat.

“Sudah dipasang papan larangan buang  sampah, tapi masih ada  juga warga sekitar di belakang  Kantor YARA buang sampah sembarangan,” kata salah seorang pegiat YARA, Zubir, SH, Senin 31Juli 2017.

Menurut Zubir, di kawasan tersebut belum tersedia tempat sampah khusus yang memadai di setiap rumah warga, sehingga tidak sedikit warga yang terpaksa harus memilih membuang sampahnya di pinggir kantor YARA. Padahal pihaknya sudah menemui aparat Gampong terkait  sampah tersebut.

 “Terkadang sampahnya dibiarkan berhari-hari menumpuk, baru diangkut petugas kebersihan. Kami sering kesal karena terlalu sering sampah menumpuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap," ucap Zubir.

Hal senada juga diungkapkan Direktur YARA, Safaruddin SH, Menurutnya, jika sudah menumpuk dan belum diangkut petugas kebersihan Kota Banda Aceh, maka tumpukan sampah tersebut dibiarkan begitu saja. 

Safar mengungkapkan, kondisi buruk itu sudah terjadi bahkan sebelum ia tinggal di kawasan tersebut.

"Meskipun sudah dilarang secara lisan maupun tulisan, bahkan dipasang spanduk peringatan 'Dilarang buang sampah di sini' tapi tetap saja warga buang dan tumpuk sampahnya di jalan," ketus Safar.

Safar juga menyinggung tentang upaya mantan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang diakhir masa jabatannya pernah memenuhi undangan Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. 

Saat itu, Illiza juga mempresentasikan visi - misinya terhadap kebersihan lingkungan, dan kota Banda Aceh pun mendapatkan  penghargaan Adipura.

"Banda Aceh telah meraih Adipura sebanyak delapan kali penghargaan di bidang kebersihan lingkungan, tapi belum ada kontribusi tempat  sampah untuk seluruh warga Kota Banda Aceh," ujar safar.

“Tumpukan sampah di jalanan samping kantor saya ini, sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Mungkin akibat belum adanya sanksi tegas kepada warga yang membuang sampah sembarangan” kata safar menutup keterangannya.(Alan32)
Komentar Anda

Berita Terkini