|

Mantan Kadissos Bener Meriah : Sampai Kiamat Saya Tidak Akui Korupsi

Mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Drs. Juanda, M.Pd


REPORTASEGLOBAL.COM - Mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Drs. Juanda, M.Pd yang didakwa atas dugaan korupsi dana rehabilitasi rumah tidak layak huni (swakelola) sebanyak 100 unit pada dinas tersebut tahun 2013 menyatakan sampai kiamat tidak akan mengakui melakukan tindak pidana korupsi.

Penegasan itu disampaikan Juanda melalui salah seorang anggota keluarganya, kepada LintasGAYO.co, Minggu 2 Juni 2017.

"Sampai kiamat dakwaan kepada saya melakukan korupsi tidak saya akui. Saya dijadikan korban untuk kepentingan politik di Pilkada 2017 kemarin," ungkap Juanda.

Dia juga mengingatkan para saksi yang bersumpah secara Islam dan mencoba memberatkan dirinya di Pengadilan beberapa waktu lalu. 

"Ingat jangan main-main dengan sumpah di bawah Al-Qur'an, jangan membuat kesaksian bohong," kata Juanda.

Selain itu, dia juga meminta Plt. Bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh dihadirkan ke ruang sidang berikutnya. 

"Saya ingin dengar apa kata Rusli M. Saleh setelah di sumpah soal kasus saya," kata Juanda.

Lebih jauh dikatakan, sidang di pengadilan Tipikor Banda Aceh diagendakan tanggal 5 Juli 2017 dengan agenda pembacaan pledoi dari dirinya. 

"Saya sudah siapkan bukti-bukti pendukung termasuk sejumlah rekaman dalam pembelaan saya nanti," tegas Juanda.

Seperti diberitakan media, dalam kasus dengan kerugian negara Rp 257 juta ini, selain Juanda, juga terlibat dua mantan stafnya yaitu Jawahardy SPd selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Zahirianto SSos selaku bendahara pengeluaran kegiatan itu.

Dalam kasus ini, Juanda didampingi kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Mila Kesuma SH, Yusi Muharnina SH, dan Sulaiman SH. Dua terdakwa lainnya juga didampingi kuasa hukumnya, Hamidah SH.***
Komentar Anda

Berita Terkini