|

LSM GeMPAR Aceh : Proses Hukum Kasus Penembakan Pasca Pilkada di Aceh Timur Lamban

Ketua LSM GeMPAR Aceh, Auzir Pahlevi SH


REPORTASEGLOBAL.COM - LSM GeMPAR Aceh menilai proses hukum atas kasus penembakan terhadap dua warga sipil di Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur pasca pilkada beberapa waktu lalu, terkesan lamban. Padahal, kasus penembakan tersebut menjadi sorotan publik, baik secara lokal maupun nasional.

" Kami mempertanyakan, sejauh mana perkembangan kasus tersebut, kesannya kasus tersebut tidak mendapat perhatian serius aparat penegak hukum," ucap Ketua LSM GeMPAR Aceh, Auzir Pahlevi SH, Kamis 27 Juli 2017.

Menurut Pahlevi, penanganan kasus itu termasuk lama mengendap di Polres Aceh Timur, bahkan baru beberapa minggu yang lalu dilimpahkan ke Kejaksaan Aceh Timur.

" Kita belum tahu apakah berkas yang dilimpahkan itu sudah lengkap atau belum(P21)," sebut Pahlevi.

Pahlevi melanjutkan, kasus penembakan tersebut seharusnya mendapat penanganan prioritas. Sebab peristiwa itu terjadi sejak bulan maret lalu, bahkan pelakunya sudah ditangkap.

"Jadi tidak ada alasan bagi aparat penegak hukum untuk menunda-nunda kasus itu segera masuk ke pengadilan," tukasnya.

Pahlevi menuntut penegak hukum serius menangani proses hukum kasus tersebut.

"Ini bukan kasus pura-pura atau masuk skala kecil, tapi ini kasus besar, jadi jangan coba-coba disepelekan. Masih beruntung korbannya selamat, walau pun salah satu korban, Djuman masih mendapat perawatan intensif akibat pecahan peluru dilehernya," ketus Pahlevi.

Untuk itu, pihaknya mendesak Kapolda dan Kajati Aceh memberikan atensi kepada jajarannya di Aceh Timur, agar kasus itu segera masuk ke pengadilan.

" Tujuannya, supaya kasus ini terang benderang, sekaligus untuk menyingkap siapa aktor atau dalang dibalik kasus tersebut. Kami akan kawal tuntas penanganan kasus ini," pungkas Pahlevi menutup keterangannya.(Dahlan)
Komentar Anda

Berita Terkini