|

Kepsek SD 20 Bantah Isu Hanya Terima Anak Pejabat dan Orang Kaya

Kepala Sekolah SD Negeri 20 Kota Banda Aceh, Nurhayati S.Pd,


REPORTASEGLOBAL.COM - Kepala Sekolah SD Negeri 20 Kota Banda Aceh, Nurhayati S.Pd, membantah isu bahwa sekolah yang ia pimpin hanya menerima anak dari kalangan penjabat dan orang kaya saja.

"Nggak benar itu, kami tidak pandang status sosial di sini, itu mungkin hanya pendapat di luar sana yang tidak senang pada sekolah ini, atau anaknya tidak diterima di sini" ucap Nurhayati sembari tersenyum, dia didampingi salah seorang tenaga administrasi, Syafriyadi,S.T, saat ditemui Reportase Global.Com di ruang kerjanya, Selasa 11 Juli 2017, sekira pukul 09.30 WIB.

Nurhayati mengungkapkan, dirinya sangat ingin mengakomodir semua anak yang ingin bersekolah di SD yang dia klaim sangat diminati karena kental pendidikan agama tersebut.

"Anda lihat kan tadi itu ada seorang ibu, dia bukan orang kaya, tapi saya rangkul karena dia gelisah anaknya tidak diterima, padahal tinggal daftar ulang, saya coba beri penjelasan dan tenangkan" ungkap Nurhayati.

Dia juga menuturkan, pihaknya terpaksa membuka satu ruang kelas baru untuk rombongan belajar ( Rombel) akibat membludaknya jumlah pendaftar yang belum terakomodir di sekolah tersebut.

"Sudah ada 2 rombel untuk semua pendaftar di zonasi ini, 1 rombel isi 28 orang. Nah sekarang kita nambah 1 rombel lagi untuk menampung pendaftar lainnya. Dan itu kita pakai ruang komputer yang ada di atas, Alhamdulillah, sudah seizin dinas, juga disepakati komite" beber Nurhayati.

Nurhayati mengaku dirinya tak mau ambil pusing atas isu yang beredar di luar terkait SD 20. Dia mengatakan akan terus berupaya meningkatkan mutu SD Negeri 20 agar lebih baik kedepannya.

"Biar saja Allah yang balas jika ada berita miring terkait saya atau sekolah ini, yang penting saya akan terus berbuat yang terbaik" cetus Nurhayati saat mendampingi media ini mengunjungi ruang kelas yang akan ditempati rombel tambahan tersebut.

Ruang labor komputer yang akan dirubah menjadi ruang kelas baru bagi rombel tambahan di SD Negeri 20 Kota Banda Aceh.

Menurut Nurhayati, penambahan rombel tersebut tidak akan mengganggu kualitas pendidikan di sekolah itu, meskipun harus mengorbankan salah satu ruang labor komputer untuk menjadi ruang kelas baru di sekolah tersebut.

" Insyaallah nggak masalah, ini ruangannya bisa diisi 20 orang, nanti juga komite janji bantu AC" beber Nurhayati yang juga didampingi Bendahara Komite SD 20, Umiyati AR, saat memeriksa ruang kelas baru bagi rombel tambahan nantinya.

Dia berulang kali menegaskan keinginannya untuk menampung lebih banyak lagi anak yang ingin bersekolah di SD 20, namun dia menegaskan prinsipnya tetap sesuai aturan.

" Saya kasihan lihat mereka yang ingin bersekolah di sini, makanya saya usulkan buka rombel ini, supaya lebih banyak lagi yang bisa tertampung di sini" pungkas Nurhayati.

Sejauh ini, Nurhayati tidak menjelaskan secara rinci motif dibukanya rombel tambahan itu, dan siswa yang berasal dari latar belakang apa saja yang nantinya akan menempati ruang tersebut.

Selain itu, menurut informasi yang diterima media ini, selain labor komputer yang dirubah menjadi ruang kelas, pada tahun sebelumnya Nurhayati diduga juga merubah aula sekolah untuk kebutuhan yang sama.

Padahal, jika mengacu pada ketentuan yang ada, seharusnya kelebihan pendaftar dapat ditampung di sekolah yang terdapat pada zonasi yang sama, untuk kasus SD 20 ini seperti, ke SD 27, SD 41 dan SD 65.

Menurut pantauan Reportase Global.Com, ruang laboratorium komputer SD 20 yang dimaksud akan dijadikan ruang kelas baru tersebut terlihat berukuran sangat kecil, dan kemungkinan akan berdampak pada sempitnya ruang gerak dan menyulitkan aktifitas dalam proses belajar mengajar nantinya.
Bendahara Komite Umiyati AR dan salah seorang tenaga administrasi SD 20,Syafriyadi, ST, saat mendampingi Kepsek dan media ini memeriksa ruang labor komputer yang akan dirubah jadi ruang kelas baru.

Saat ini, ruang yang berada di lantai dua sekolah tersebut, terlihat masih terisi beberapa unit komputer dilengkapi meja komputer serta perlengkapan lainnya. 

Menurut keterangan Nurhayati, komputer - komputer pada ruangan tersebut nantinya akan dipindahkan ke ruangan lainnya.

Sejauh ini, belum ada penjelasan memadai terkait bagaimana sekolah tersebut akan menghadapi dampak lain dari penambahan rombel tersebut, seperti kebutuhan kelas ketika para siswa tersebut naik kelas pada tahun -tahun berikutnya (rg1)













Komentar Anda

Berita Terkini