|

Diduga, Pengelolaan ADG Desa Teupin Drum Aceh Timur Bermasalah

Ilustrasi

REPORTASEGLOBAL..COM - Warga Desa Teupin Drum, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, menduga pengelolaan Alokasi Dana Gampong (ADG) di gampong tersebut bermasalah dan tidak transparan saat pertanggung jawabnya.
Hal itu dikatakan Khairani, operator Desa Teupin Drum, saat ditemui awak media, Sabtu 8 Juli 2017, menurutnya warga saat ini sedang dihebohkan dengan adanya dugaan pengelolaan ADG yang tidak tranparan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana desa. 
Warga mencurigai terkait pembangunan penahan batas gampong dengan anggaran Rp15.000.000; namun anehnya dalam pertanggungjawaban di Desa hanya  menghabiskan anggaran sebesar Rp8.000.000;. Selain itu warga juga mencurigai adanya penyelewengan dana pembangunan saluran Tipe A dengan pagu anggaran sebesar Rp132.000.000; bahkan lagi-lagi dalam laporan saat pertanggung jawaban dana Desa hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp85.000.000.

"Masih banyak yang kami tidak sesuai karena sangat jauh berbeda antara pagu anggaran dengan laporan pertanggungjawaban, ini patut dicuriga," ujar Khairani. 
Lanjut Khairani, warga juga mencurigai pembangunan MCK Desa dengan anggaran Rp66.376.000, sedangkan dalam laporan pertanggung jawaban menghabiskan anggaran hanya Rp.48.000.000, hingga akhir sejumlah oknum membakar MCK tersebut yang didiga lantaran tidak sesuai LPJ Dana desa dengan pagu anggaran yang disetujui warga. 
Warga meminta agar pihak kepolisian dan kejaksaan dan insfektorat Kabupaten Aceh Timur untuk segera mengusut tuntas indikasi adanya dugaan penyelewengan Dana Alokasi Gampong (ADG) di Desa Teupin Drum, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.
Sementara Tengku Ishak Rizal Keuchiek Desa Teupin Drum saat dikomfirmasi Media Aceh.co. menyebutkan,  segala laporan pertanggungjawaban dana desa ditahun 2016 sudah selesai dibahas dalam rapat Desa pada tanggal Sabtu 08 Juli 2017 pada pukul 10.00 wib sampai dengan 12,300 wib di Meunasah yang bertempat di Dusun Sunti Desa Teupin Drum. 
"Tadi dalam rapat sudah selesai semuanya yang juga dihadiri oleh pihak perangkat Desa dan TNI/Polri serta masyarakat" Ungkap Keuchiek setempat. 
Anehnya pertanyataan Keuchiek Ishak Rizal tidak sesuai dengan laporan masyarakat bahkan sejumlah warga turun dari Meunasah karena tidak menerima LPJ yang dipaparkan di Meunasah dengan hasil kesepakatan warga.(Mus)
Komentar Anda

Berita Terkini