|

Diduga Oknum Petugas RSJ Aceh Aniaya Pasien Hingga Babak Belur

Luka memar pada wajah dan kelopak mata bagian kiri korban(MM) , diduga dilakukan oknum petugas RSJ Aceh, Senin dini hari (3/7/17) sekira pukul 03.30 WIB.

REPORTASEGLOBAL.COM - Salah seorang oknum petugas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, diduga menganiaya seorang pasien, MM (32) menggunakan alat pentungan hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Bekas pukulan tersebut tampak diantaranya, dibagian wajah, sekitar mata, punggung dan paha.

Menurut keterangan salah seorang keluarga pasien,Rahmad, Insiden penganiayaan MM itu terjadi pada Senin dini hari (3/7/17) sekira pukul 03.30 WIB. 

Adapun pasien yang merupakan warga Abdya tersebut, diketahui masuk dan tercatat sebagai pasien RSJ Aceh sejak minggu sore (2/7/17) sekira pukul 16.00 WIB.

" Kami antar dia masuk RSJ minggu sore, senin paginya saat kami jenguk dia sudah babak belur" ucap Rahmad saat menjenguk korban di RSJ Aceh, Selasa sore (4/7/17).

Rahmad sangat menyesalkan penganiayaan yang dialami anggota keluarganya tersebut, dia meminta pihak rumah sakit untuk bertanggungjawab penuh atas apa yang dialami MM.

" Yang kami sesalkan, kenapa harus dipukul, kami bawa ke sini untuk diobati bukan dianiaya, kalau mukul kami juga bisa" ungkap Rahmad.

Memar akibat pukulan pada paha korban

Hingga saat ini, pihak keluarga korban menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum selama pihak RSJ Aceh menepati janjinya.

" Tujuan kami adalah kesembuhan saudara kami ini, kami sangat ingin dia segera pulih dan pulang, bukan ingin memperpanjang persoalan seperti ini" ungkap salah seorang keluarga korban lainnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak RSJ Aceh, segera melakukan upaya mediasi dengan mengemukakan beberapa poin perjanjian yang telah disepakati dalam perundingan damai bersama pihak keluarga korban.

" Benar telah terjadi insiden pemukulan, namun belum pasti siapa pelakunya, nanti kami selidiki, dan jika terbukti bersalah akan kami tindak sesuai aturan" tegas Kepala Humas RSJ Aceh Azizurrahman, Skm, MM.

Menurut Aziz, sebelumnya saat pertama masuk ke RSJ Aceh minggu malam, pasien terlihat sangat tenang dan sempat diberi suntikan hingga tertidur lelap. 

Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB. Senin dini hari, MM pun terjaga, kemudian diketahui sempat terjadi keributan antara dirinya dengan pasien lainnya, hingga akhirnya dilerai petugas.

"Awal masuk baik - baik saja, tengah malam dia terbangun, dan sempat ribut dengan pasien lain, nah kira -kira sekitar waktu itulah kejadiannya" beber Aziz.

Kepada Reportase Global.Com, Aziz mengaku belum mengetahui pastinya insiden tersebut, dia juga belum dapat memastikan pelakunya. Namun pihaknya berjanji akan menyelidiki dan menindak jika ada petugas RSJ Aceh yang terlibat.
Luka memar akibat pukulan pada punggung korban

" Nanti kita akan panggil semua petugas saat itu, kita juga akan selidiki, jika ada yang terlibat penganiayaan itu akan kami tindak" tegas Aziz menutup keterangannya.

Sementara itu, saat ini korban masih terlihat mengalami trauma dan ditempatkan di ruang isolasi Serune RSJ Aceh. Dari balik pintu ruangan berjeruji besi itu, MM terus - menerus memohon agar dirinya segera dibawa pulang. (rg1)

Komentar Anda

Berita Terkini