|

Biro Perjalanan Malaysia, Promosikan Wisata Aceh


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Provinsi Aceh Reza Pahlevi saat memberikan cendera mata kepada perwakilan biro perjalanan asal Malaysia di Kantor Disbudpar Aceh, Sabtu 8 Juli 2017.

REPORTASEGLOBAL.COM - Sebanyak 38 Agen Perjalanan Wisata yang terdiri dari 36 orang asal  Malaysia, 1 dari Batam dan 1 dari Medan melakukan kegiatan “Familiarization trip” (Fam Trip) atau pengenalan destinasi wisata di Aceh yang disponsori oleh Aceh Great Wall Tour bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh selama 3 hari terhitung sejak tanggal 7 hingga 9 Juli 2017.

Peserta Fam Trip yang menginap di Hotel Grand Permata Hati - Banda Aceh akan meliput berbagai keunikan dan daya tarik pariwisata Aceh, khususnya wisata Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. 

Salah seorang peserta fam trip dan juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Pelaku Pariwisata Bumi Putra Malaysia, Shuhaida Borhan mengungkapkan kebanggaan dan kebahagiaannya selama berada di Aceh.

"Sebuah keharuan mendalam karena akhirnya saya dapat  berada di Aceh. Sudah lama saya ingin berkunjung ke Aceh untuk menikmati pesona budaya dan alam Aceh, khususnya wisata Tsunami. Aceh begitu indah dan masyarakatnya yang ramah. Saya akan berusaha membawa tamu ke Aceh dari Malaysia, "sebutnya saat melakukan audiensi di kantor Disbudpar Aceh, Sabtu (8/7/2017).
Pertunjukkan tarian saman di Museum Tsunami Aceh.

Kepala Disbudpar Aceh, Reza Fahlevi menyatakan bahwa kunjungan 38 peserta fam trip yang umumnya berasal dari Malaysia menjadi salah satu indikator penting bahwa industri pariwisata Aceh yang sedang bangkit pasca Tsunami sungguh diperhitungkan oleh pelaku industri pariwisata di luar negeri, khususnya Malaysia sebagai salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Aceh.

“Kunjungan 38 agen perjalanan dalam rangka fam trip ke Aceh tidak hanya menjadi kado istimewa bagi Aceh pascaperayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah dengan mempromosikan paket wisata “Pesona Idul Fitri di Aceh” dan media untuk mempromosikan berbagai daya tarik wisata Aceh. Tapi, menjadi momentum untuk membuktikan kepada pelaku industri pariwisata Malaysia bahwa Aceh layak untuk dikunjungi oleh siapun sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman dan menarik,” sebut Reza Fahlevi yang didampingi oleh Kabid Pemasaran, Rahmadhani.

“Kita akan terus membangun industri pariwisata Aceh dan menjadikan negara-negara Asean, khususnya Malaysia sebagai salah satu pasar utama wisatawan ke Aceh dan melakukan berbagai upaya pembangunan industri pariwisata, khususnya dalam pengembangan sektor 3A meliputi Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan wisatawan,” tambahnya.
Perwakilan biro perjalanan wisata saat beraudiensi di Kantor Disbudpar Aceh, Banda Aceh, Sabtu 8 juli 2017.
Kehadiran peserta fam trip dari Malaysia ke Aceh sudah seharusnya menjadi penyemangat bagi pelaku industri pariwisata Aceh lainnya untuk berkreatif dan berinovasi dalam menciptakan paket-paket wisata menarik dan unik dalam rangka menarik wisatawan dari Malaysia.

“Kehadiran peserta fam trip dari Malaysia ke Aceh juga diharapkan tidak hanya berdampak positif dalam membangun pencitraan positif tentang Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia dan memotivasi pelaku industri pariwisata Aceh lainnya untuk terus membangun kerjasama antar pelaku industri pariwisata lainnya di Malaysia sebagai local partner yang saling menguntungkan. Tapi dapat mengajak mereka untuk melakukan fam trip dan mengeksplorasi keindahan dan keunikan alam wisata Aceh,” tambah Rahmadhani.

Malaysia adalah salah satu negara ASEAN, selain Singapura yang menduduki peringkat pertama kunjungan wisatawan ke Aceh. Jumlah kunjungan wisatawan Malaysia mencapai 30.038 wisatawan pada tahun 2016 atau meningkat sekitar 40% dibandingkan tahun 2015 yang mencapai sekitar 21.046 wisatawan. Hal ini tidak terlepas karena Malaysia dan Aceh memiliki keeratan hubungan emosional, budaya dan sejarah masa lalu.

Pimpinan “The Great Wall Tour” Mahlizar menyatakan bahwa kehadiran peserta fam trip dari Malaysia diharapkan akan berdampak pada kemajuan industri pariwisata Aceh.

“Saya berharap kehadiran peserta fam trip dari Malaysia akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada upaya pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan masyarakat Aceh, khususnya di sektor pariwisata,” ungkap Mahlizar.

“Sebagai bentuk rasa penasaran untuk menjelajahi pesona wisata Aceh, 8 orang peserta telah memperpanjang masa fam tripnya di Aceh dan melanjutkan perjalanannya ke Sabang," pungkasnya.(Safdar S)
Komentar Anda

Berita Terkini