|

8 Hari Listrik Diputus, Anak Yatim Pecahkan Celengan Bayar Denda PLN

Anak-anak panti memecahkan celengan untuk membayar denda.

REPORTASEGLOBAL.COM - Listrik di Panti Asuhan Vila Doa Yatim Sejahtera, Mojokerto diputus PLN. Agar listrik kembali menyala, anak-anak panti memecahkan celengan untuk membayar denda.

8 Hari tanpa listrik membuat 54 anak yatim di Panti Asuhan Vila Doa Yatim Sejahtera resah saat malam tiba. Mereka terpaksa memecah celengan untuk membayar denda ke PLN senilai Rp 10,3 juta agar listrik kembali menyala.

Panti Asuhan Vila Doa Yatim Sejahtera terletak di Bukit Jubel, Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Panti ini dihuni 54 anak yatim, 3 lansia dan 5 orang pengasuh. Bangunan panti ini tepat di tepi hutan yang jauh dari permukiman penduduk. Tak ayal, selama 8 malam tanpa penerangan, membuat anak-anak yatim itu ketakutan. Aliran listrik ke panti diputus PLN sejak 3 Juli 2017 akibat tuduhan pencurian listrik.
Anak-anak panti memecahkan celengan untuk membayar denda.
Sementara pengasuh panti, Mokhamad Mukhidin (37) mengatakan, uang tabungan milik 14 anak panti terkumpul Rp 2-3 juta. Dia bersyukur, saat persoalan ini mencuat, banyak donatur yang datang membantu.

Sejak 11 Juli 2017, listrik kembali mengalir ke panti asuhan Vila Doa Yatim Sejahtera. Itu setelah denda Rp 10,3 juta dilunasi oleh pihak panti. PLN memasang kembali meteran listrik yang sempat dicabut sejak 3 Juli 2017.***





Komentar Anda

Berita Terkini