|

YARA Kuasa Hukum Petani Korban KUR Aceh Jaya


Foto : Geuchik Labaidin Serahkan Dokumen kepihak YARA

REPORTASEGLOBAL.COM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA ) Jum'at (02/06/17) resmi menjadi kuasa hukum sejumlah petani korban program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perkebunan kelapa sawit di Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.

Hal itu disebabkan, menyusul banyaknya warga atau pihak yang dirugikan dari program KUR yang digagas pemerintah kabupaten setempat bekerja sama dengan Bank BNI Meulaboh yang dikelola oleh bapak angkat PT. Beutari Kaom Tamita.

Ketua YARA Aceh Jaya, Hamdani mengatakan, selain menerima kuasa, pihaknya juga menerima berkas tambahan berupa data - data terkait KUR gagal tersebut.

Hamdani memaparkan, berkas tersebut diterima langsung dari Labaidin selaku Geuchik Gampong Tanoh Manyang, didampingi Anwar, Ketua Tuha Peut setempat.

"Kita telah menerima seratus lebih fotocopy KTP dari daftar nama petani yang selama ini tersangkut kredit dengan Bank BNI Cabang Meulaboh", ujar Hamdani, Sabtu (3/6/17).

Menurutnya,  gagalnya Program KUR tersebut mengakibatkan petani mengalami kerugian dan tersangkut hutang dengan Bank BNI. 

 YARA akan menempuh jalur hukum usai pengkajian materi persoalan nanti.

"Yang jelas perdata, bila dalam kajian nantinya ditemukan adanya unsur pidana, maka keduanya akan kita tempuh baik perdata maupun pidana", cetus Hamdani didampingi Advokat Muda Andi Suhanda SH dan Malem Budiman, keduanya merupakan Anggota  YARA perwakilan Aceh Jaya dan Aceh Barat. 

Dalam kesempatan yang sama, Geuchik Gampong Tanoh Manyang, Labaidin, sangat berharap kasus tersebut segera mendapat solusi konkrit. Hal itu disebabkan, banyaknya masyarakat mengalami keresahan akibat bertubi - tubinya SMS peringatan dari BNI Meulaboh yang masuk ke nomor HP mereka.

"Saya sangat berharap hal ini segera mendapatkan titik terang, agar cepat selesai, makanya kita tempuh jalur hukum, karena jalur musyawarah tidak membuahkan hasil", pungkas Labaidin.

Hal yang sama juga disuarakan Ketua Tuha Peut Gampong Tanoh Manyang Anwar, semenjak program KUR itu berhenti, banyak masyarakat yang dirugikan, seperti ketika hendak mengajukan atau mengambil kredit di Bank lain, Bank tersebut tidak mau memberikan dikarenakan nama - nama mereka sudah di terdaftar dalam daftar debitur kredit macet Bank BNI Meulaboh.

"Kami berharap jalur hukum nantinya, ada putusan final" sebut Anwar.***
Komentar Anda

Berita Terkini