|

Harga Daging Kian Mencekik Ditengah Runtuhnya Daya Beli Masyarakat, Tembus Rp 170 Ribu/Kg

 Salah seorang konsumen asal Ulee Kareng, Rahmat Risla Saputra.


REPORTASEGLOBAL.COM - Masyarakat Kota Banda Aceh dikejutkan oleh meroketnya harga daging di pasaran jelang hari raya idul fitri. Daging sapi yang biasanya dibanderol Rp 130 ribu per kilogram itu, kini menembus angka Rp 170 ribu per kilogram.

Kenyataan itu dibuktikan salah seorang konsumen asal Ulee Kareng, Rahmat Risla Saputra. Dia menyaksikan sejumlah pedagang di daerahnya yang mengeluhkan harga daging yang nyaris tak terbeli.

"Para pedagang daging di beberapa pasar di Banda Aceh mengeluh dengan kurangnya daya beli masyarakat, karena harga daging yang terlampau tinggi tidak seperti biasanya, meskipun menurut pedagang, harga melambung tinggi menjelang lebaran itu normal" Ujar Rahmat.

Menurut informasi yang ia himpun dari beberapa pedagang, melonjaknya harga daging di Banda Aceh disebabkan harga sapi yang dibeli dari peternak terlalu tinggi.

" Kita mendesak pihak pemerintah bisa membuat sebuah kebijakan, guna mengatasi mahalnya harga di Banda Aceh. Karna mengingat kebutuhan masyarkat pasca lebaran tidak hanya membeli daging, melainkan juga membeli pakaian hari raya dan memenuhi kebutuhan primer lainya, seperti kue lebaran dan lainnya" 
ucap Rahmat.

Menurut Rahmat, pemerintah harus mempunyai langkah kongkrit untuk mengatasi tingginya harga daging di setiap hari menjelang lebaran, karena mengingat kebutuhan meningkat dan harga daging setiap lebaran pun meningkat. 

" Menurut saya, harusnya pemerintah mampu menghitung kebutuhan daging yang dikonsumsi masyarakat sehingga harga daging tidak semahal saat ini" ketus Rahmat menutup keterangannya. (MFD)
Komentar Anda

Berita Terkini