|

Anggota Dewan Cekik Wartawan Aceh Timur

Iskandar Saat membuat laporan  kepolisian di Polsek Aceh Timur.Rabu(7/6)


REPORTASEGLOBAL.COM - Wartawan mingguan Pikiran Merdeka, Iskandar (41), mengaku diancam dan mengalami tindak kekerasan dari seorang oknum anggota DPRK Aceh Timur, Muzakir, Rabu (07/06/2017).

Diduga, pengancaman serta tindak kekerasan terhadap wartawan tersebut terjadi, akibat pemberitaan Iskandar yang dimuat media tempatnya bekerja berjudul 'Asmara Gelap Pak Dewan Berbuntut Panjang'.

Wartawan yang merupakan warga Dusun T. Banta, Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk itu menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya bermula saat dirinya hendak pulang dari Kantor Setdakab Aceh Timur ke rumahnya, sekira pukul 14.30 WIB. 

Tak lama kemudian, Muzakir pun menelponnya sambil bertanya 'Pat Kah' (Dimana Kamu)  hingga berkali-kali.

Iskandar juga menjelaskan, dalam percakapan telepon tersebut, Muzakir memintanya untuk datang ke rumah Muzakir dengan maksud menyelesaikan masalah pemberitaan tersebut.

" Saya berulang kali dihubungi Muzakir dan menanyakan 'kenapa tidak sampai-sampai, apa mau saya bakar mobilmu' terang Iskandar menirukan ancaman Muzakir.

Selain mengancamnya, Iskandar mengaku, anggota DPRK Aceh Timur itu pun sempat beberapa kali mendatangi rumahnya.

"Selain mengancam membakar mobil, Muzakir juga beberapa kali datang ke rumah. Terus terang kejadian itu membuat resah  saya dan keluarga terancam," keluh Iskandar.

Akibat merasa terancam,  Iskandar memutuskan untuk melaporkan pengancaman terhadap dirinya itu ke Polsek Idi Rayeuk.

"Iya, sudah saya laporkan ke Polsek Idi Rayeuk," kata Iskandar .

Namun, tak lama sepulangnya membuat laporan pengancaman di Polsek Idi,  tiba-tiba Muzakir datang ke rumah Iskandar, mengendarai sepeda motor dengan helm tetap terpasang.

" Ayok ke rumah saya, kita selesaikan persoalan ini di depan keluarga saya" terang Iskandar menirukan ajakan Muzakir.

Iskandar pun menolak ajakan tersebut dan mencoba mengarahkan Muzakir untuk menggunakan hak jawabnya terkait berita panas yang sempat hilang dari peredaran tersebut.

" Saya tidak mau, lalu kata saya, bila ada yang kurang terhadap pemberitaan tersebut maka beri hak jawab," katanya lagi kepada Muzakir. 

Tak terima mendapat penolakan tersebut, Muzakir pun emosi dan hilang kendali, hingga melakukan tindakan kekerasan terhadap Iskandar.

"Setelah itu dengan nada emosi, Muzakir menggenggam tangan saya sebanyak dua kali untuk mengajak saya ke rumahnya, namun saya tarik tangan saya. Tak lama setelah itu, Muzakir mencekik leher saya, lalu spontan saya tarik leher saya," terangnya lagi.

Iskandar mengungkapkan, dirinya merasa sangat terpukul atas insiden kekerasan yang dialaminya tersebut, apalagi terjadi di depan anak dan istrinya.

" Saya tidak terima perlakuan seorang anggota dewan yang terhormat memperlakukan saya dengan kasar di depan anak dan istri saya dengan mencekik leher saya," ungkap Iskandar menutup keterangannya.(***)






Komentar Anda

Berita Terkini