|

YARA - Pemkab Aceh Utara, Kerjasama Soal Waduk Keurutoe

Direktur YARA, Safaruddin SH bersama warga penerima ganti rugi lahan waduk Krueng Keurutoe,Kecamatan Payabakong, Aceh Utara.


REPORTASEGLOBAL.COM - Pemkab Aceh Utara akhirnya menempuh jalur kerjasama dengan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), mencari solusi terkait penyelesaian masalah ganti rugi lahan pembagunan Waduk Krueng Keurutoe di desa Blang Pante Kecamatan Paya bakong, Aceh Utara.

Hal ini dikatakan Oleh Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin saat ditemui awak media di Lhokseumawe usai melakukan pertemuan dengan pemkab Aceh Utara terkait kelanjutan masalah pembagunan ganti rugi lahan waduk Krueng Keurutoe, Rabu (17/5/2017).

" Agar pembangunan waduk tidak terhambat, Pemkab Aceh Utara meminta kami untuk membuat proposal peta penyelesaian dalam menyampaikan keluhan terkait ini, kemudian barulah kita cari solusi bersama-sama," kata Safar.

Safar mengungkapkan, pihaknya juga mempertimbangkan agar warga tidak merasa dirugikan dan sementara itu pembagunan waduk raksasa tersebut juga dapat terus berjalan, karena waduk ini nantinya akan mengairi sembilan kecamatan di Aceh Utara.

 "Kita harapkan, di dalam perencanan pembangunan waduk, tidak boleh merugikan hak-hak masyarakat, seperti apa yang kita upayakan ,"Ujarnya.

Safaruddin menjelaskan, hal yang menjadi permasalahan saat ini yakni lahan warga di masukkan kedalam HGU, jadi tidak mungkin pemerintah akan membayar ganti rugi lahan milik HGU. Karena HGU itu merupakan lahan milik negara.

Dia menilai ini ada kesalahan proses pembentukan adminitrasi dalam penetapan milik lahan HGU.

" Kalau lahan bukan milik HGU jangan di maksudkan kedalam HGU, Kami merasa ini ada pihak-pihak yang bermain, padahal warga mempunyai surat jual beli tanah tersebut," Pungkasnya.

Terkait proposal peta penyelesaian ini, nanti akan kita susun dan konsep ulang kembali, dan solusi ini akan kita upayakan selesai segera, Ujar Safaruddin.(ALN32)
Komentar Anda

Berita Terkini