|

Wartawan Mitrapol Bantah Berita Diancam Polisi

Ilustrasi

REPORTASEGLOBAL.COM - Melalui rilis yang diterima Reportase Global.Com, Rabu (31/5/2017) dinihari, wartawan Media Center Mitra Polri (MCMP) Mitrapol, Rian Hariaga Efendi , membantah pemberitaan terkait pengancaman dirinya oleh anggota Polres Aceh Selatan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, salah satu media online di Aceh, memberitakan terkait pengancaman terhadap Rian dengan judul ' Liput Tambang Emas, Oknum Wartawan Diancam Oknum Polsek. 

Dalam keterangannya Rian menjelaskan, dirinya sama sekali tidak pernah dikonfirmasi terkait pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya itu.

“Salah satu media online yang telah memberitakan tempo hari itu tanpa konfirmasi kepada saya selaku pihak yang diberitakan diancam, sehingga memunculkan salah pengertian dan menjelekkan nama baik polres Aceh Selatan,” jelasnya.

Di sisi lain, Rian tidak menampik soal adanya kesalahpahaman yang sempat terjadi antara dirinya dengan anggota kepolisian tersebut. Namun, karena yang bersangkutan masih kerabatnya, menurut Rian, masalah itu sudah diselesaikan dengan menempuh cara kekeluargaan.

“ Sudah kami selesaikan secara kekeluargaan, mengingat yang bersangkutan juga masih kerabat saya sendiri,” lanjutnya.

Rian mengaku sangat terkejut atas pemberitaan yang mencuat secara tiba - tiba tanpa sepengetahuan dirinya itu, sehingga dikhawatirkan memicu kesalahpahaman baru.

“Yah tiba-tiba muncul berita itu, yang tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada saya, sehingga hal ini dapat merugikan nama baik Polres Aceh Selatan,” tambahnya.

Secara tegas kepada media ini dia mengatakan bahwa permasalahannya dengan anggota Polsek Sawang sudah selesai dan disaksikan pihak keluarga. Dikatakannya bahwa sebelum menghubungi media ini dirinya sudah berusaha menghubungi media online terkait, namun tidak menunjukan kontak redaksinya.

“Saya sudah coba cari informasi kontak media tersebut, namun tidak ditemukan di halaman websitenya. Saya berpesan agar media tersebut mengklarifikasi pemberitaan itu dan menayangkannya secara berimbang,” ucapnya.

Padahal menurutnya, jika pengancaman itu sensitif dan mengancamnya, maka dia duluan yang akan memberitakannya, namun karena sudah berdamai dan bukan masalah besar makanya hal tersebut tidak diberitakan.

“Dalam berita ini media yang bersangkutan juga secara gamblang menuliskan NRP dan Jabatan polisi tersebut, serta nama lengkap dan juga media saya, apakah ini sesuai dengan kode etik jurnalistik ?,” tanyanya.

Dalam pesan singkatnya, Rian Hariaga Efendi juga meminta maaf  kepada Kapolres Aceh Selatan atas ketidaknyamanan dengan pemberitaan tersebut.

“Saya sampaikan permintaan maaf kepada Polres Aceh Selatan dan jajarannya  atas Pemberitaan tersebut, Pemberitaan itu bukan berdasarkan konfirmasi dan klarifikasi kepada saya,” ujar Rian menutup keterangannya. (SS)

Komentar Anda

Berita Terkini