|

Tuha Peut : Mantan Keuchik Neusu Aceh Tidak Pernah Berikan LPJ 2015 - 2016

Ketua Tuha Peut Gampong Neusu Aceh, Said Abu Bakar didampingi Wakil Ketua, Rahmadi, dalam pertemuan bersama awak media, di Warkop Haris Kupi, Kamis Sore(18/5).


REPORTASEGLOBAL.COM - Ketua Tuha Peut Gampong Neusu Aceh, Ir Said Abu Bakar, mempertanyakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) mantan Keuchik Gampong Neusu Aceh, Budian Ali, yang selama 2 tahun terakhir tidak pernah dilaporkan.

" LPJ tahun 2015 -2016, tidak pernah dilaporkan kepada pihak Tuha Peut, terutama soal penggunaan dana desa, bahkan sampai diperiksa tim inspektorat kemarin pun tidak ada kabarnya, " kata Said kepada wartawan, di Warkop Haris Kupi, Kamis(18/5).

Said menilai, pihak Keuchik selama ini tidak transparan dalam proses menjalankan pemerintahan gampong, tidak transparan soal penggunaan dana desa, serta tidak melibatkan aparatur gampong sebagaimana mestinya.

" Bagaimana mau kami awasi, sedangkan selama ini  kami tidak pernah dilibatkan, pemuda juga begitu, apalagi masyarakat? Jadi kami tidak tahu apa yang dilakukan pihak keuchik tersebut, dan kemana saja penggunaan dananya, hingga akhirnya terjadi polemik seperti ini," tutur Said.

Said mengungkapkan, selama ini pihaknya merasa turut menjadi bahan gunjingan masyarakat. 

Menurutnya, masyarakat  seolah-olah menilai Tuha Peut tidak berbuat apa - apa atas ketidakjelasan yang berlangsung selama ini, terutama terkait penggunaan dana desa dan LPJ Keuchik selama 2 tahun terakhir yang tidak jelas dimana rimbanya.

" Jadi opini berkembang di masyarakat, seolah -olah kami ini turut serta menikmati semua itu, padahal kami sendiri tidak tahu apa -apa, sebab tidak pernah dapat laporan apapun selama ini," keluh Said.

Dia mengungkapkan, disebabkan berkembangnya polemik ditengah masyarakat beberapa waktu belakangan ini, maka pihaknya menggelar musyawarah untuk memberikan kesempatan kepada pihak Keuchik, mengutarakan alasannya tidak memberikan LPJ kepada pihak Tuha Peut, bahkan hingga dilakukannya pemeriksaan Inspektorat.

" Ya, jadi biar masyarakat paham persoalannya, maka kita adakanlah rapat, dihadiri perwakilan dusun dan masyarakat, tapi tetap saja LPJ itu tidak ada, alasannya nunggu LHP Inspektorat," ungkap Said.

Dalam rapat yang digelar pada Rabu malam,17 Mei 2017 itu, Said mengungkapkan, ada kelebihan dana dari anggaran 2016 senilai Rp 33 juta rupiah yang hendak dikembalikan pihak Keuchik, dan kelebihan dana itu juga menurut Said, menjadi hambatan dibuatnya LPJ.

" Menurut keterangan Keuchik melalui bendaharanya, ada kelebihan dana Rp 33 juta, jadi nunggu arahan juga bagaimana cara pengembalian dana tersebut," pungkas Said.

Saat disodori dengan pertanyaan, apakah mungkin telah terjadi penyimpangan terkait penggunaan dana desa tersebut, Said nampak enggan memberikan komentarnya.

" Kalau soal itu saya angkat tangan, ini silahkan awak media saja yang menilainya, sebab kami tidak pernah diberikan RAB, kami cuma nandatangani soal rencana pembangunan desa, lalu kami tidak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya," ketus Said.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tuha Peut Gampong Neusu Aceh, Rahmadi menambahkan, pihaknya selama ini memang tidak pernah mendapatkan laporan dan dilibatkan dalam hal apapun terkait pembangunan desa terutama soal penggunaan dana desa, kecuali diundang pada berbagai kegiatan seremonial di Gampong Neusu Aceh.

" Nggak pernah kami dilibatkan, apalagi dapat laporan resmi, RAB ga pernah kami dapat, jadi bagaimana kami mengawasi, bukan Tuha Peut saja yang mengalami hal seperti ini, pihak pemuda juga begitu," ungkap Rahmadi.

Rahmadi memaparkan bahwa pihaknya sudah 3 kali menyurati pihak Keuchik terkait LPJ tersebut, namun tidak pernah mendapatkan jawaban apapun.

" Sudah 3 kali kami surati, tapi tidak pernah digubris, mereka kerjakan saja apa yang mereka suka selama ini, sedangkan kami tidak pernah diberi laporan," tegas Rahmadi.

Rahmadi berharap polemik terkait LPJ mantan Keuchik Neusu Aceh ini dapat segera berakhir dengan baik, agar masyarakat tenang dan Keuchik yang baru pun dapat melanjutkan pembangunan desa dengan lebih baik lagi kedepannya.

" Kami berharap ini segera ada kejelasan, supaya masyarakat paham dan tenang, dan Keuchik yang baru pun bisa bekerja, dan pembangunan di Gampong ini bisa dilanjutkan," terang Rahmadi menutup keterangannya.

Sebagaimana diketahui, Inspektorat Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu memeriksa pihak Keuchik dan Tuha Peut Gampong Neusu Aceh.

Namun hingga kini, pihak inspektorat sendiri belum pernah memberikan konfirmasi sedikit pun terkait hasil pemeriksaan itu, meskipun pernah berkali -kali awak media mencoba untuk menkonfirmasi untuk mendapatkan keterangan perihal pemeriksaan tersebut.(RG1)

Komentar Anda

Berita Terkini