|

Polda Aceh Kalah Praperadilan, YARA : Kami Desak Polda Segera Laksanakan Putusan PN

Direktur YARa Safaruddim SH, beserta jajaran Advokad YARA

REPORTASEGLOBAL.COM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh meminta Kapolda untuk menjalankan Putusan PN Banda Aceh yang memerintahkan kepada Polda Aceh untuk melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap laporan Polisi No TBL/560VIII/2013/Bareskrim, tanggal 20 Agustus 2013 tersebut dan untuk segera di limpahkan ke Kejaksaan yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum perundangan yang berlaku sebagaimana tertuang dalam Putusan Nomor 1/Pid.Pra/2017/PN BNA tanggal 31 Maret 2017. 

" Kami mendesak agar Polda Aceh segera memanggil Bupati Aceh Singkil sebagai Terlapor tindak pidana penyerobotan lahan. Hal ini penting untuk menunjukkan, bahwa penegakan hukum tidak pandang bulu, hukum akan berlaku bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum, bukan hanya untuk rakyat yang lemah saja", tegas Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH.

Sebelumnya, Polda Aceh digugat Praperadilan oleh PT Delima Makmur (DM) atas penyerobotan lahan yang dilakukan PT Dalanta Anugrah Persada milik Bupati Aceh Singkil,  Safriadi Manik, SH.

Akibat penyerobotan tersebut, PT. Delima Makmur menderita kerugian sejumlah 8,5 Milyar.

Kemudian PT. DM melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri dengan LP No TBL/569VIII/2013/Bareskrim tanggal 20 Agustus 2013, dengan Terlapor H. Syafriadi Manik selaku pemilik PT Dalanta Anugrah Persada (DAP). 

Pada tanggal 31 Agustus 2016 Polda Aceh menyimpulkan jika laporan dari PTDM dihentikan karena bukan tindak pidana yang di tuangkan dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan (SP2HP) Nomor B/202/VIII/2016/Subdit II Resum, tanggal 31/8/2016.

Atas kesimpulan tersebut, kemudian PT DM menggugat Polda Aceh secara Praperadilan ke PN Banda Aceh, yang kemudian oleh PN Banda Aceh memutuskan bahwa Polda Aceh harus melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap laporan PTDM dan segera melimpahkan ke Kejaksaan. (RG1)

Komentar Anda

Berita Terkini