|

PM Australia : Cambuk Homo di Aceh, itu Aksi Barbar


Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull

REPORTASEGLOBAL.COM - Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull meyakini hukum cambuk terhadap pria gay di Indonesia, tepatnya di Aceh merupakan aksi barbar. Namun, menurutnya, hal itu tak mencerminkan sikap Indonesia secara keseluruhan. 

"Itu merupakan aksi barbar, mencambuk orang karena orientasi seksual mereka," ujarnya kepada Neil Mithcell di radio 3AW seperti dikutip AAP dan dilansir 9News.com.au, Jumat (26/5). 

Kendati begitu, Turnbull berpandangan, Indonesia merupakan negara besar dan beragam. Presiden Joko Widodo juga merupakan pemimpin yang mendukung Islam moderat. 

Indonesia, kata ia, telah membuktikan demokrasi, Islam dan moderasi cocok.  Aceh merupakan satu-satunya, provinsi yang menerapkan syariah Islam. Ini merupakan bagian dari perjanjian damai pada 2006 untuk mengakhiri perang sipil berkepanjangan.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa semua orang setara dengan martabat dan hak, terlepas dari orientasi seksualnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan gay MH, 20 dan MT, 23, dijatuhi hukuman cambuk 85 kali karena melanggar hukum syariah. Eksekusi hukuman itu telah dijalankan hari Selasa, 23 Mei 2017 lalu, di halaman Masjid Syuhada, Gampong (Desa) Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. 

Eksekusi yang dijalankan oleh algojo itu berlangsung pada siang hari dan disaksikan masyarakat sekitar.

Kritik asing terhadap hukum cambuk terhadap pria gay di Aceh bukan baru pertama kali ini muncul. Amerika Serikat (AS) sebelumnya juga mengkritik hukum cambuk yang mereka sebut sebagai hukuman yang ekstrem.

"Kami mendorong Indonesia dan semua negara untuk memberikan perlindungan yang sama kepada semua warganya dan untuk menyesuaikan diri dengan standar hak asasi manusia internasional. Kami berpendapat bahwa pencambukan, seperti yang dijelaskan dalam laporan hak asasi manusia kami, adalah bentuk hukuman yang ekstrem," kata Anna Richey-Allen , juru bicara Departemen Luar Negeri AS untuk Asia Timur.***










Komentar Anda

Berita Terkini